Camat Sawan Hadiri Upacara RSI Yadnya Apodgala Sulinggih di Desa Bebetin
Camat Sawan Hadiri Upacara RSI Yadnya Apodgala Sulinggih di Desa Bebetin.--Pemkab Buleleng.
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Camat Sawan I Ketut Cantyana, SP menghadiri pelaksanaan Upacara RSI Yadnya Apodgala Sulinggih yang digelar pada Minggu, 4 Januari 2026 di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin.
Upacara suci tersebut dipuput oleh Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana bersama istri, Ida Bhawati Pasek Lily Marheniyang, dan berlangsung dengan khidmat serta sarat nilai spiritual.
RSI Yadnya Apodgala Sulinggih merupakan rangkaian upacara penyucian secara sekala dan niskala, yang dilaksanakan setelah seorang Sulinggih menyelesaikan masa walaka atau unsur keduniawian.
BACA JUGA:Desa Adat Sangburni Gelar Upacara Pamikukuh dan Pejaya-jayan Prajuru Masa Bakti 2026–2031
Upacara ini menjadi bentuk penyempurnaan tugas kerohanian yang dijalankan berlandaskan tatwa, susila, dan upacara dalam ajaran Hindu.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Buleleng, Ketua MDA Kabupaten Buleleng, pengurus PHDI Kabupaten Buleleng, Ketua MDA Kecamatan, tokoh seniman dan budayawan Bali Prof. Dr. I Made Bandem, MA, para sulinggih, serta tokoh adat Desa Bebetin.
Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan makna penting dan kekhidmatan pelaksanaan upacara.
Kehadiran Camat Sawan menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kecamatan Sawan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Sambut Kunjungan Menpar RI di Kawasan Wisata Sanur
Upacara ini juga bertujuan untuk menyucikan sekaligus meneguhkan status kesulinggihan seorang Sulinggih secara spiritual dan sosial keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Cantyana, SP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara dengan lancar.
Ia menegaskan bahwa upacara keagamaan seperti ini merupakan warisan budaya dan spiritual yang sangat luhur, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya.
Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, aman, dan penuh rasa bakti, mencerminkan kuatnya nilai religius serta kebersamaan masyarakat Desa Bebetin.
Sumber: