Diterjang Cuaca Ekstrem, Denpasar Dilanda Pohon Tumbang hingga Angin Puting Beliung

Diterjang Cuaca Ekstrem, Denpasar Dilanda Pohon Tumbang hingga Angin Puting Beliung

Penanganan pohon tumbang di jl. Bypass Ngurah Rai-BPBD Denpasar-

Beberapa atap rumah dilaporkan terlepas, pohon tumbang menutup akses jalan, hingga pelinggih roboh akibat terpaan angin.

BACA JUGA:Jaga Ketertiban Kota, Satpol PP Denpasar Amankan 18 Pengemis dan Pengamen

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Anom Surya Kencana, menyebutkan bahwa hingga Rabu (21/1/2026) pihaknya masih melakukan asesmen di lapangan. 

Data sementara mencatat sedikitnya 35 titik terdampak dengan 27 kepala keluarga dan 114 jiwa mengalami dampak, ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Di wilayah Sanur Kauh, terdapat sekitar 15 rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara itu, laporan awal dari Sidakarya menyebutkan sekitar 50 rumah terdampak, dan di kawasan Kesiman tercatat 24 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat angin puting beliung tersebut. Saat ini, petugas masih melakukan pembersihan material serta pendataan lanjutan untuk menentukan kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang disertai pertemuan angin dan tingginya kelembapan udara di wilayah Bali.

BACA JUGA:Awal 2026 Dibuka dengan Pengungkapan Enam Kasus Narkoba, Tujuh Pengedar Diamankan Polresta Denpasar

Ketua Tim Kerja Operasional Meteorologi BMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Musteana, menyebutkan kondisi atmosfer yang basah hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan hujan intens yang memicu hujan lebat dan angin kencang. Kecepatan angin tercatat mencapai sekitar 70 kilometer per jam.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 21–27 Januari 2026. 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, petir, serta kemungkinan bencana hidrometeorologi lainnya.

Sumber: