Bali Genjot PLTS, Gubernur Koster Bidik Net Zero Emission 2045

Bali Genjot PLTS, Gubernur Koster Bidik Net Zero Emission 2045

ISS 2026 berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di The Meru Sanur, dengan agenda utama membahas percepatan pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan PLTD, pembiayaan, serta penguatan industri tenaga surya nasional.--Dok. Humas Pemprov Bali

Sebagai implementasi kebijakan, Pemprov Bali akan membangun kawasan rendah emisi.

Program tersebut diawali dari Nusa Penida sebelum diperluas ke sejumlah kawasan lain.

Koster mengatakan pengembangan kawasan rendah emisi dilakukan secara bertahap.

“Kami akan memulai dari Nusa Penida terlebih dahulu. Semoga program ini berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagi kawasan lainnya di Bali,” ujarnya optimistis.

BACA JUGA:Atasi Sekolah Minim Peminat, Pemprov Bali Siapkan Konsep Regrouping dan Fokus Kesejahteraan Guru

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Bali telah menyiapkan sejumlah regulasi.

Di antaranya Perda Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020, Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang pemanfaatan PLTS atap.

Koster berharap Indonesia Solar Summit tidak berhenti pada forum diskusi.

Menurutnya, kegiatan ini harus melahirkan investasi, kemitraan strategis, dan rekomendasi kebijakan menuju target nasional 100 gigawatt energi surya.

Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan Indonesia Solar Summit merupakan forum nasional tahunan.

Forum ini digelar bersama kementerian dan lembaga pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih.

BACA JUGA:Dua Siswa Wakili Bali di Paskibraka Nasional, Gubernur Koster Beri Dukungan Penuh

Fabby menjelaskan ISS 2026 berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di The Meru Sanur.

Agenda utamanya membahas percepatan pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan PLTD, pembiayaan, serta penguatan industri tenaga surya nasional.

Ia mengungkapkan Bali menjadi tuan rumah ISS untuk pertama kalinya.

Sumber: