Ramai Perihal Thrifting di Bali, Menteri UMKM akan Sidak Thrifting di Bali

Ramai Perihal Thrifting di Bali, Menteri UMKM akan Sidak Thrifting di Bali

Menteri UMKM akan melakukan sidak pada pasar thrifting di beberapa termasuk Bali--Unsplash

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Pemerintah melalui Menteri UMKM menyoroti pasar thrifting yang masih memliki pakaian bekas impor dan nantinya akan melakukan sidak ke beberapa pasar thrifting termasuk pasar yang berada di Bali yang selama ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan second hand paling ramai di Indonesia. 

Rencana inspeksi yang rencananya akan dilakukan oleh Maman Abdurrahman, selaku Menteri UMKM akan menjadi langkah untuk memetakan peredaran barang impor ilegal serta kondisi pedagang yang berada di lapangan.

Beriringan dengan langkah ini disebut-sebut sebagai tanda bahwa dengan pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan penataan pasar secara bertahap, agar kepentingan pedagang kecil dan industri lokal tetap berjalan beriringan dengan seimbang.

BACA JUGA:Pelayanan Lebih Ramah dan Inklusif di Bandara, Petugas Ngurah Rai Kini Bisa Bahasa Isyarat

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini tengah menaruh kembali perhatian pada maraknya perdagangan pakaian bekas impor di Indonesia setelah ditemukannya sejumlah temuan di pasar thrifting Jakarta, yaitu Pasar Senen, Jakarta Pusat. 

Setelah selesai dengan inspeksinya di Pasar Senen, Maman Abdurrahman selaku Menteri UMKM bahwa selanjutnya pemerintah akan melanjutkan pengecekan ke pusat-pusat thrifting di berbagai daerah, termasuk di Bali yang termasuk ke dalam salah satu kawasan thrifting yang cukup hidup.

Menurut Menteri UMKM, langkah yang tengah dijalani ini dilakukan untuk bisa melihat secara langsung kondisi pelaku usaha, lalu memetakan jalur distribusi barang bekas impor yang diduga masih masuk secara ilegal, serta memastikan tidak mematikan sumber penghidupan pedagang kecil.

Di Bali sendiri thrifting sudah menjadi budaya belanja untuk masyarakat lokal maupun wisatawan. Pasar-pasar seperti Pasar Kodok di Tabanan hingga Pasar Becing-Becing Marlboro di Denpasar dikenal sebagai pusat pakaian thrifting yang ramai setiap harinya.

Di pasar tersebut berbagai jenis pakaian ditawarkan, dari mulai kaus, celana, kemeja Hawaii, jaket denim, hingga pakaian bermerek Internasional yang dijual dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan ada yang rela datang lebih awal untuk bisa memiliki pilihan pakaian yang lebih beragam. 

BACA JUGA:Proyek JW Marriott Payangan Dihentikan, Satpol PP Bali Siap Panggil Pengembang Pekan Depan

Namun situasinya berubah ketika pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan baru mengenai pelarangan impor pakaian bekas yang mengakibatkan banyak pedagang yang merasa kesulitan dengan kebijakan baru tersebut. Beberapa pedagang bahkan. menyebut bahwa pemasukan yang mereka terima sudah jauh di bawah dari yang biasanya mereka dapatkan.

Meskipun beberapa dari para pedagang mulai mempertimbangkan untuk beralih pada pakaian lokal atau menjual barang lain, tetapi beberapa pedagang juga berharap bahwa pemerintah tidak serta-merta memutus mata rantai usaha mereka begitu saja.

Maman menegaskan bahwa kunjungannya ke Bali nanti tidak bertujuan untuk menutup aktivitas thrifting secara menyeluruh, tetapi memeriksa apakah barang yang beredar benar-benar melanggar aturan impor.

Sumber: