DLHK Badung Angkut Dua Truk Sampah Kembang Api di Kawasan Samigita
DLHK Kabupaten Badung mencatat, volume sampah kembang api yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir empat ton hanya dalam satu malam-dlhkbadung-instagram
BADUNG, DISWAYBALI.ID - Sampah bekas kembang api usai perayaan pergantian tahun baru masih menjadi pekerjaan rumah di kawasan pesisir BADUNG.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mencatat, volume sampah kembang api yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir empat ton hanya dalam satu malam.
Pembersihan dilakukan pada Kamis (1/1/2026) pagi, dengan melibatkan puluhan petugas kebersihan yang mulai menyisir area pantai sejak pukul 06.00 Wita.
BACA JUGA:Kebakaran Vila di Uluwatu, 10 Vila Hangus Diduga Akibat Percikan Kembang Api Tahun Baru
Sampah-sampah itu diangkut menggunakan dua truk khusus dan sebagian besar ditemukan di kawasan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta atau yang dikenal dengan kawasan Samigita.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, menjelaskan bahwa total sampah kembang api yang terkumpul jumlahnya hampir menyentuh empat ton. Volume tersebut, menurutnya, tidak jauh berbeda dibandingkan perayaan tahun-tahun sebelumnya.
Selain sisa kembang api, petugas juga membersihkan berbagai jenis sampah lain yang ditinggalkan pengunjung, mulai dari kemasan makanan, botol minuman, hingga sampah alami seperti dedaunan dan material nonorganik yang terbawa ke pesisir pantai.
Proses pembersihan dilakukan secara terpadu bersama petugas lintas instansi guna memastikan kawasan wisata kembali bersih dan nyaman.
Berdasarkan data DLHK Badung, timbunan sampah kembang api paling banyak berasal dari Pantai Legian dengan estimasi mencapai sekitar 3,5 ton. Sementara sisanya berasal dari Pantai Kuta dan Seminyak. Adapun di pantai-pantai lain di wilayah Badung, jumlah sampah kembang api yang ditemukan relatif lebih sedikit.
BACA JUGA:Meski Diimbau Dibatasi, Penjualan Kembang Api di Denpasar Tetap Ramai Jelang Tahun Baru
DLHK Badung menilai tingginya volume sampah kembang api masih menjadi tantangan setiap pergantian tahun, terutama di kawasan wisata favorit. Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pantai yang menjadi wajah pariwisata Bali.
Sumber: