Meski Diimbau Dibatasi, Penjualan Kembang Api di Denpasar Tetap Ramai Jelang Tahun Baru
Menjelang puncak perayaan malam tahun baru, aktivitas penjualan kembang api di Kota Denpasar terpantau masih berlangsung ramai-nusabali-instagram
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Menjelang puncak perayaan malam tahun baru, aktivitas penjualan kembang api di Kota DENPASAR, Bali, terpantau masih berlangsung ramai, meski pemerintah telah mengeluarkan imbauan pembatasan penggunaan.
Sejumlah toko kembang api terlihat dipadati pembeli sejak beberapa hari terakhir, khususnya pada Selasa 30 Desember 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean pembeli terjadi di beberapa gerai penjualan kembang api, salah satunya Toko Si Hitam Toys. Pembeli datang silih berganti untuk membeli berbagai jenis kembang api guna merayakan pergantian tahun.
BACA JUGA:Pesta Tahun Baru di GWK Tanpa Kembang Api, Diganti Musical Laser Show
Kasir Toko Si Hitam Toys, Umi Fatma, mengungkapkan bahwa tingkat penjualan tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Menurutnya, mayoritas pembeli berasal dari masyarakat lokal, sementara pembelian dalam jumlah besar diduga dilakukan oleh pihak yang langsung menyalurkan kepada wisatawan mancanegara.
Fatma menjelaskan, peningkatan penjualan mulai terasa sejak pertengahan Desember dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu (31/12/2025).
Terkait adanya larangan penggunaan kembang api, ia mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari instansi berwenang. Ia hanya mendengar bahwa pembatasan lebih ditujukan pada perayaan berskala besar, sementara penggunaan pribadi dinilai masih diperbolehkan selama tidak berlebihan.
Selain melayani pembelian satuan, sejumlah toko juga menerima pesanan dalam jumlah besar. Pembeli grosir umumnya berasal dari pengelola akomodasi wisata yang menggelar acara khusus malam tahun baru, meskipun transaksi eceran masih mendominasi penjualan.
BACA JUGA:Kuta Terapkan Perayaan Tahun Baru Sederhana, Pesta Kembang Api Dibatasi
Hal senada disampaikan Putu Agus, pemilik Toko Sofie Mandiri Fireworks.
Ia mengatakan, sektor perhotelan dan vila biasanya telah menyiapkan paket perayaan tahun baru lengkap dengan hiburan, termasuk kembang api, bagi para tamu. Pembatalan penggunaan kembang api, menurutnya, berpotensi menimbulkan kekecewaan, mengingat perayaan pergantian tahun merupakan momen yang dirayakan secara global.
Dari sisi harga, Agus menyebutkan tidak terjadi lonjakan signifikan dibandingkan tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa harga kembang api sangat dipengaruhi oleh bahan baku dan kondisi pasar, mengingat seluruh produk yang dijual merupakan barang impor, khususnya dari Tiongkok.
Ia juga menambahkan bahwa stok kembang api disesuaikan dengan musim. Menjelang akhir tahun, jumlah stok yang disiapkan jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa, mengingat tingginya permintaan masyarakat. Menurutnya, perayaan tahun baru tanpa kembang api kerap dianggap kurang meriah oleh sebagian orang.
Sumber: