Amerika Serikat Luncurkan Serangan Militer ke Venezuela, Maduro Diklaim Tertangkap
Ketegangan terjadi di antara hubungan Amerika Serikat dan Venezuela yang memuncak setelah adanya serangan militer ke wilayah Venezuela--Instagram
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Ketegangan terjadi di antara hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang memuncak setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke wilayah Venezuela pada Sabtu 3 Januari 2026 dini di waktu setempat.
Serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang ibu kota Caracas serta sejumla lokasi strategis lainnya, hal tersebut memicu kecaman keras dari Pemerintah Venezuela yang menuding Amerika Serikat telah melakukan agresi militer dan pelanggaran terhadap kedaulatan sebuah negara.
Serang Amerika Serikat kepada Venezuela langsung memicu perhatian publik internasional, di tengah klaim Amerika Serikat terkait operasi keamanan dan langkah hukum terhadap kepemimpinan Venezuela, serta seruan Caracas kepada PBB untuk segera menggelar rapat darurat guna merespons eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.
BACA JUGA:Daftar Long Weekend Bulan Januari 2026 yang Harus Diketahui, Catat Tanggalnya!
Amerika Serikat melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Venezuela pada Sabtu 3 Januari 2026 dini hari pada waktu setempat. Serangan tersebut menimbulkan serangkaian ledakan di Ibu Kota Caracas dan sejumlah wilayah strategis lainnya yang membuat terciptanya ketegangan geopolitik baru di kawasan Amerika Latin.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Presiden Nicolas Maduro yang telah lama diketahui bersitegang dengan Washington. Menurut pengakuan dari Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat melalui platform media sosialnya, pasukan militer Amerika Serikat melakukan large-scale strike dan mengklaim telah berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta dengan sang istri.
Setelahnya keduanya dilaporkan segera diterbangkan keluar dari Venezuela. Donald Trump menyatakan operasi tersebut dilakukan bersama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai sebuah keberhasilan besar dalam menindak adanya dugaan kejahatan lintas negara yang melibatkan pemimpin Venezuela.
Ledakan keras dan bunyi pesawat melintas rendah dilaporkan terdengar di beberapa titik di Ibu Kota Caracas pada pukul 02.00 pada waktu setempat, sementara blackout atau pemadaman listrik sempat terjadi di beberapa area kota.
Pemerinta Venezuela menyatakan bahwa pihaknya kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya korban sipil yang diakibatkan dari serangan militer Amerika Serikat di kawasan strategis, tetapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai adanya korban.
BACA JUGA:Bupati Buleleng Ajak Warga Tutup 2025 dengan Doa dan Solidaritas Kemanusiaan
Pemerintah Venezuela melalui Menteri Pertahanan Vladimir Pradino Lopez mengecam keras atas serangan yang diberikan oleh pasukan militer Amerika Seriikat, tetapi tetap meminta para warganya untuk tidak terprovokasi hingga nantinya memicu kepanikan yang bisa menjadi bumerang itu diri sendiri.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Venezuela menyatakan permintaan resmi kepada PBB untuk menggelar rapat darurat guna menanggapi serangan yang disebut-sebut sebagai agresi kriminal oleh Amerika Serikat.
Selain kecaman juga diberikan untuk Amerika Serikat karena dinilai telah melanggar sebuah kedaulatan dari suatu negara sekaligus memperburuk stabilitas dari regional. Beberapa juga menunjukkan keprihatinan yang didapat oleh Venezuela karena agresi militer dilakukan di kawasan ibu kota.
Sumber: