Sederet Kasus Jeffrey Epstein, Kejahatan Seksual, Jaringan Elite, dan Rangkaian Dokumen yang Belum Tuntas

Sederet Kasus Jeffrey Epstein, Kejahatan Seksual, Jaringan Elite, dan Rangkaian Dokumen yang Belum Tuntas

Kasus skandal Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mulai merilis ribuan dokumen investigasi--Netflix

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Kasus skandal Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mulai merilis ribuan dokumen investigasi yang sudah lama disegel, meskipun sebelumnya beberapa dokumen telah dipublikasikan tetapi ternyata proses pengungkapan berkas masih berjalan hingga saat ini.

Pada awalnya kasus skandal yang melibatkan Jeffrey Epstein ini terungkap sebagai kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, tetapi ternyata melibatkan lebih banyak drama karena skandal tersebut berubah menjadi drama politik, hukum, dan membuat publik yang mencari tahu kebenarannya yang lebih luas.

Maka dari itu kasus skandal Jeffrey Epstein masih terus menghiasi headline meskipun Jeffrey Epstein telah wafat, tetapi karena terbukanya kasus skandalnya membuat banyaknya perdebatan yang muncul di media sosial mengenai kekuasaan dan jejak elite dunia dalam jaringan kejehatan seks tingkat tinggi.

BACA JUGA:Sean Combs: The Reckoning, Dokumenter P Diddy yang Bikin Netflix Dikecam

Jeffrey Epstein adalah seorang financier dan investor kaya dari Amerika Serikat yang dikenal memiliki jaringan pergaulan luas di kalangan elite politik, bisnis, hingga budaya populer. Namanya pertama kali muncul dalam sorotan publik pada akhir 1990-an ketika sejumlah wanita menggugatnya atas kasus pelecehan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur.

Namun pada saat itu penanganan hukum terhadap Jeffrey Epstein dianggap lemah dan ambigu, terutama setelah menjalani hukuman ringan akibat kesepakatan hukum yang kontroversial pada tahun 2008 yang mempertahankan banyak bukti tetap tersembunyi.

Pada Juli 2019, Jeffrey Epstein kembali ditangkap oleh otoritas federal dengan dakwaan sex trafficing anak di bawah umur, sebuah tuduhan yang jauh lebih serius dan membuka pintu bagi penyidikan lebih dalam mengenai jaringan kriminalnya yang lain.

Namun sebelum persidangan dilakukan, Jeffrey Epstein dinyatakan meninggal dunia di dalam penjara dengan peyebab resminya adalah bunuh diri yang kemudian memicu teori konspirasi dan kritik tentang bagaimana sistem hukum dalam menangani kasusnya.

Meskipun kejadian ini sudah sangat lama terjadinya dan Jeffrey juga sudah meninggal dunia, tetapi kasus ini masih menjadi perhatian dunia seakan-akan kasus skandalnya tidak pernah benar-benar hilang dari perhatian publik terutama mereka yang berkewarganegaraan Amerika Serikat.

BACA JUGA:Trailer Baru Avengers: Doomsday Telah Rilis, Captain America Kembali!

Alasannya beragam kenapa kasus skandal dari Jeffrey Epstein tidak pernah-pernah hilang karena skala dan sifat kejahatan yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein benar-benar sebuah dakwaan yang sangat serius, yaitu adanya tuduhan kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur dan tindakan predator yang terstruktur karena kejadiannya sudah sering terjadi.

Lalu kasus skandal Jeffrey Epstein menghadirkan nama-nama berpengaruh di Amerika Serikat, meskipun disebutkan bahwa nama-nama yang hadir dalam dokumen kasus tersebut tidak menandakan orang-orang tersebut bersalah.

Selain itu banyak pihak yang mmenilai bahwa adanya kecurangan yang terjadi pada penanganan hukum Jeffrey Epstein karena diketahui Jeffrey lolos dari hukuman berat dan membuat banyaknya kritik yang datang mengenai sistem penegakan hukum di Amerika Serikat.

Alasan yang terakhir kenapa kasus skandal Jeffrey Epstein tidak pernah hilang juga karena kematian Jeffrey yang terjadi saat dirinya sedang menunggu persidangan yang membuat spekulasi publik tentang motivasi, tekanan, dan kemungkinan upaya menutup fakta.

Sumber: