Diguyur Hujan Lebih dari 10 Jam, Jalan Penghubung Landih–Langkan Alami Longsor

Diguyur Hujan Lebih dari 10 Jam, Jalan Penghubung Landih–Langkan Alami Longsor

Penutupan lokasi longsor menggunakan terpal dan dipasangi garis polisi-Humas Polres Bangli-

BANGLI, DISWAYBALI.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli selama lebih dari 10 jam memicu tanah longsor di jalan penghubung Desa Landih–Desa Langkan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, pada Jumat (9/1/2026). 

Meski tidak sampai memutus akses sepenuhnya, kondisi jalan dinilai berisiko sehingga warga diminta lebih berhati-hati saat melintas.

Dalam video yang beredar pada Sabtu (10/1/2026) menunjukkan aktivitas lalu lintas di jalan pintas baru tersebut terbilang sepi. 

BACA JUGA:Enam Hari Menghilang, Lansia di Mengwi Ditemukan Tak Bernyawa

Hanya beberapa sepeda motor warga yang terlihat melintas, sementara kendaraan roda empat belum dapat melewati jalur itu dengan aman.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Landih, Nengah Diana, menjelaskan longsor terjadi di sisi timur jalan. Material tanah di pinggir badan jalan longsor ke jurang, namun konstruksi utama jalan yang terbuat dari cor beton masih relatif utuh.

Menurut Diana, meski jalur tersebut masih bisa dilewati sepeda motor, kondisinya tetap membahayakan. 

Ia menegaskan warga perlu ekstra waspada karena potensi longsor susulan masih ada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Beruntung, saat kejadian tidak banyak warga yang melintas di jalur tersebut. Diana menyebut jalan itu memang hanya digunakan sebagai jalur alternatif bagi warga Desa Landih yang hendak menuju Desa Langkan.

BACA JUGA:Rabies Masih Menjadi Ancaman di Bali, 16 Korban Meninggal Sepanjang 2025

Lebih lanjut, Diana mengungkapkan longsor dipicu derasnya aliran air hujan yang berasal dari kawasan Jalan Raya Penelokan, perbatasan Kecamatan Kintamani dan Kecamatan Bangli. 

Aliran air tersebut mengarah ke wilayah Desa Landih, Desa Langkan, hingga kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landih.

Hingga kini, lokasi longsor masih ditutup menggunakan terpal dan dipasangi garis polisi

Pemerintah Kabupaten Bangli maupun pihak kecamatan belum mengeluarkan instruksi lanjutan terkait penanganan atau perbaikan jalan yang terdampak longsor tersebut.

Sumber: