Perbedaan Pendapat Tanggal Nuzulul Quran, Benarkah 17 Ramadan?

Perbedaan Pendapat Tanggal Nuzulul Quran, Benarkah 17 Ramadan?

Kapan tepatnya al-Qur’an diturunkan? ini penjelasan sejumlah ulama-Freepik-

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Perbedaan pendapat soal tanggal turunnya Al-Qur’an, khususnya wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1–5 kepada Nabi Muhammad SAW, masih menjadi pembahasan para ulama hingga kini. 

Di Indonesia, mayoritas umat Islam memperingati Nuzulul Quran setiap 17 Ramadan. Namun dalam literatur klasik, terdapat beberapa pendapat lain yang juga cukup kuat.

Pendapat yang paling populer menyebut wahyu pertama turun pada 17 Ramadan. Dasarnya antara lain firman Allah dalam QS Al-Anfal ayat 41:

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

BACA JUGA:Buka Puasa Tanpa Gorengan, Ini Manfaatnya bagi Tubuh Selama Ramadan

Artinya: "Dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami pada hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Para ulama menafsirkan Yaumul Furqan sebagai peristiwa Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. 

Dalam tafsirnya, Imam At-Thabari mengutip keterangan Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib yang menyebut malam Al-Furqan bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan. Pandangan serupa juga dinukil oleh Ibnu Katsir dalam karya sejarahnya.

Selain 17 Ramadan, ada pula pendapat yang menyebut 24 Ramadan. Riwayat ini dinisbatkan kepada Imam Ahmad bin Hanbal yang menjelaskan waktu turunnya kitab-kitab suci. Disebutkan bahwa suhuf Nabi Ibrahim turun pada awal Ramadan, Taurat pada 6 Ramadan, Injil pada 23 Ramadan, dan Al-Qur’an pada 24 Ramadan.

Pendapat tersebut dikaitkan dengan firman Allah dalam QS Al-Qadr ayat 1:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

BACA JUGA:Ngopi Saat Ramadan Tetap Aman? Ini Cara Menikmatinya Tanpa Ganggu Puasa

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam Lailatul Qadar."

Sementara Nabi SAW menganjurkan umatnya mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil. Karena itu sebagian ulama menilai tanggal di rentang akhir Ramadan lebih sesuai dengan ayat tersebut.

Sumber: