Operasi Ketupat 2026: Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Diatur Demi Kelancaran Nyepi dan Mudik

Operasi Ketupat 2026: Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Diatur Demi Kelancaran Nyepi dan Mudik

Kegiatan Polantas Menyapa di Banjar Kebalian, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada Jumat (6/3/2026)-Polsek Sukawati-

GIANYAR, DISWAYBALI.ID - Pengaturan lalu lintas penyeberangan laut antara Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana dan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi akan diberlakukan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini. 

Kebijakan tersebut diambil karena kedua hari besar itu jatuh dalam waktu yang berdekatan, sehingga diperlukan pengaturan khusus agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryo Nugroho, menjelaskan bahwa skema pengaturan lalu lintas penyeberangan antarprovinsi sudah disiapkan bersama pemerintah daerah. 

BACA JUGA:Pelabuhan Gilimanuk Ramai Mobilitas Kendaraan, ASDP Catat Tren Lebih Merata

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Polantas Menyapa di Banjar Kebalian, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Jumat (6/3/2026). 

Ia menuturkan bahwa regulasi terkait pengaturan tersebut telah dikoordinasikan dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam skema yang telah disepakati, operasional penyeberangan di kedua pelabuhan akan diberlakukan secara bergantian. 

Pelabuhan Ketapang dijadwalkan menghentikan operasional penyeberangan lebih dulu, yakni mulai 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. 

Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup total pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 Wita. Kebijakan tersebut juga tercantum dalam surat edaran Gubernur Bali yang mengatur aktivitas masyarakat menjelang Nyepi dan Idul Fitri.

BACA JUGA:Residivis Curanmor Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Jawa via Pelabuhan Gilimanuk

Menurut Agus, pengaturan jadwal penutupan pelabuhan ini dilakukan agar masyarakat Bali dapat menjalankan perayaan Nyepi dengan tenang, sekaligus memastikan arus mudik Lebaran tetap berlangsung aman dan tertib. 

Ia menambahkan bahwa pengaturan tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026, yang setiap tahun digelar untuk mengawal kelancaran arus mudik.

Selain penyeberangan laut, pihak kepolisian juga telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan di berbagai titik penting. Pengaturan dilakukan mulai dari jalur menuju kawasan wisata, distribusi penumpang di bandara, hingga penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa lokasi strategis.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Bali Turmudi menegaskan bahwa kebijakan buka tutup hanya diterapkan pada dua pelabuhan tersebut. Untuk jalur darat, khususnya rute mudik dari Denpasar menuju Kabupaten Jembrana, tidak akan ada skenario penutupan jalan. 

Sumber: