Pelabuhan Gilimanuk Ramai Mobilitas Kendaraan, ASDP Catat Tren Lebih Merata
Menjelang libur tahun baru, arus penyeberangan di lintasan Jawa-Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang terpantau mulai meningkat--ANTARA
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Menjelang libur tahun baru, arus penyeberangan di lintasan Jawa-Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang terpantau mulai meningkat, meski belum menunjukkan kepadatan ekstrem. Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang meninggalkan Bali menuju Jawa tercatat lebih banyak dibandingkan dengan arus masuk.
Begitu pun dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan kendaraan dan penumpang berlangsung lebih merata dibandingkan dengan periode libur sebelumnya, sementara kendaraan yang keluar dari Bali masih mendominasi lalu lintas penyeberangan di pelabuhan tersebut.
Menurut data dari ASDP juga menunjukkan bahwa Pelabuhan Gilimanuk lebih didominasi oleh kendaraan pribadi, bus, dan juga truk yang sudah menyentuh angka sekitar 3.000-an yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.
BACA JUGA:Diterjang Cuaca Buruk, Kapal Pinisi di Bali Tenggelam Semua Penumpang Dievakuasi
Menjelang pergantian tahun, arus penyeberangan di lintasan Jawa-Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang menunjukkan dinamika yang terus meningkat, meskipun kondisi di pelabuhan belum mengalami kepadatan yang ekstrem.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan operasional tetap berjalan dengan baik sekaligus memantau pergerakan kendaraan dan penumpang di titik-titik kritis. Pihak ASDP menyampaikan bahwa tren peningkatan arus penyeberangan mulai terlihat lebih merata jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dilansir dari ANTARA, hal ini terlihat dari data operasional yang dihimpun Posko Ketapang pada Jumat 27 Desember 2025. Pada hari tersebut, tercatat 226 trip penyeberangan dari Jawa menuju Bali dengan total 26.441 penumpang yang menggunakan layanan kapal feri.
Angka tersebut dapat dikatakan sedikit lebih meningkat dibanding periode yang sama di tahun lalu meskipun kenaikannya tipis, mencerminkan pola arus balik menjelang puncak liburan. Secara keseluruhan, volume kendaraan yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk juga menunjukkan peningkatan menjadi 6.593 unit, naik sekitar 1,4 persen dibanding realisasi pada periode sebelumnya.
Kendaraan roda empat tercatat mendominasi sebagai jumlah terbesar yang menunjukkan tren mobilitas masyarakat yang tinggi di akhir tahun. Sementara itu, pergerakan dari Bali menuju Jawa memperlihatkan dinamika yang berbeda.
BACA JUGA:Polsek Bangli Gelar Blue Light Patrol, Antisipasi Aktivitas Masyarakat pada Malam Hari
Meski jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang tercatat sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, tetapi volume kendaraan justru meningkat menjadi sekitar 7.530 unit. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penumpang berfluktuasi, mobilitas kendaraan masih tinggi di lintasan penyeberangan tersebut.
Selain itu dilihat dari beberapa media, di Pelabuhan Gilimanuk pada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa suasana yang relatif kondusif tetapi terus ramai, terutama pada malam hari. Kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk cenderung dominan dibandingkan dengan yang masuk, terutama untuk mobil pribadi, bus, serta unit logistik.
Antrean juga terlihat mengalir tanpa penumpukan parah, meskipun mobilitas terus meningkat seiring dengan mendekatnya puncak libur dan tahun baru. Lalu dilansir Radar Buleleng disebutkan bahwa pada siang hari antrean kendaraan relatif lenggang dan teratur. Namun kepadatan mulai terlihat saat di malam hari, di mana para masyarakat mulai kembali ke Pulau Jawa dan mengakhiri kunjungan mereka ke Bali.
Lalu data dari ASDP di hari yang sama menunjukkan sekitar 32.570 orang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan berbagai jenis kendaraan yang menyeberang ke Banyuwangi. Dominasi kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, dan truk menjadi bagian dari gambaran mobilitas masyarakat di lintasan ini.
Sumber: