Coca-Cola System Gandeng M Mart Luncurkan 'Recycle Me' di Bali
Seremoni pengguntingan pita menandai resmi diluncurkannya program ‘Recycle Me’ di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali pada Jumat (7/8/2026).-Rivansky Pangau/disway.id-
BADUNG, BALI.DISWAY.ID — Coca-Cola System di Indonesia menggandeng M Mart meluncurkan inisiatif “Recycle Me” di Bali.
Program ini bertujuan memperluas pengumpulan kemasan pascakonsumsi melalui drop box botol PET di 20 gerai M Mart.
Coca-Cola System terdiri dari Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dan Coca-Cola Indonesia. Sementara itu, M Mart berada di bawah PT Global Retailindo Pratama yang juga membawahi jaringan Big M.
Jaringan M Mart dan Big M tersebar di Bali, Lombok, dan Makassar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat pengelolaan kemasan pascakonsumsi dan ekonomi sirkular di Bali.
Peluncuran “Recycle Me” dilakukan di tengah kebutuhan solusi pengelolaan sampah yang semakin besar di Bali. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun.
Jumlah tersebut setara dengan 3.436 ton sampah setiap hari. Dari jumlah itu, sampah plastik menyumbang lebih dari 17 persen.
BACA JUGA:BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani yang diwakili Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DHLK Bali, Ida Bagus Kadek Wiranegara
menilai, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, dunia usaha dapat ikut memperkuat pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Bali.
“Bali saat ini menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang cukup besar, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi kolaborasi Coca-Cola dan M Mart melalui inisiatif ‘Recycle Me’, yang memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang. Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Bali,” ujar Kadek Wiranegara, di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali pada Jumat (7/8/2026).
Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengembalikan botol PET pascakonsumsi ke drop box di gerai M Mart. Kemasan yang terkumpul selanjutnya masuk ke rantai nilai daur ulang untuk digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.
Inisiatif ini melibatkan seluruh rantai nilai kemasan, mulai dari pemilik merek hingga konsumen. Rantai tersebut mencakup produsen, peritel, pelaku daur ulang, dan masyarakat sebagai pengguna.
BACA JUGA:Art & Bali 2026 Perkuat Posisi Bali Sebagai Destinasi Seni, Desain dan Budaya
Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho mengatakan, pihaknya terus memperkuat sistem pengumpulan kemasan. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang.
Sumber: