Daya tarik utama yang dinantikan pengunjung, lanjut Calvin, adalah momen menunggu matahari terbenam hingga patung ikonik The Earth Sentinels menyala di area taman Nuanu.
BACA JUGA:Film Para Perasuk, Drama Supernatural Indonesia yang Siap Menggema di Sundance Film Festival 2026
“Sudah jadi semacam budaya baru di Tabanan, menunggu sunset di tengah taman sampai patungnya menyala,” katanya.
Terkait isu Bali yang disebut sepi, Calvin menegaskan kondisi di Nuanu justru menunjukkan tren sebaliknya selama Desember.
“Puji Tuhan, syukurnya kami justru mengalami peningkatan,” ujarnya.
Berdasarkan data terakhir, jumlah kunjungan harian di Nuanu pada hari biasa berkisar antara 1.000 hingga 1.500 orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 1.800 hingga 2.000 pengunjung. Peningkatan signifikan mulai terasa sejak 22–23 Desember.
Pengunjung Nuanu selama periode ini didominasi wisatawan domestik, meski wisatawan mancanegara juga tetap hadir.
“Dua-duanya ada, tapi yang terlihat saat ini memang mayoritas domestik,” tandas Calvin.