DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Kolestrol tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering luput dari perhatian, terutama karena kondisinya kerap berkembang tanpa adanya gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadari kadar kolestrolnya bermasalah setelah muncul keluhan yang serius.
Padahal jika tida dikendalikan sejak awal, kolestrol jahat atau LDL dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan juga stroke.
Selain dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, perubahan pola makan menjadi langkah paling mendasar yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Sejumlah makanan diketahui memiliki kandungan nutrisi yang mampu membantu menjaga keseimbangan kolestrol dalam tubuh asalkan dikonsumsi secara rutin dan dibarengi dengan gaya hidup yang sehat.
BACA JUGA:Sarapan Pakai Buah Naga? Ini Manfaat Sehatnya yang Jarang Disadari
Kolestrol sebenarnya merupakan zat lemak yang dibutuhkan untuk membentuk hormon dan menjaga fungsi sel. Namun ketika kadarnya berlebihan, terutama kolestrol jahat atau LDL maka risiko penyumbatan pembuluh darah dapat meningkat.
Maka dari itu pola makan sehari-hari berperan besar dalam menjaga keseimbangan kolestrol agar tetap normal. Salah satu kelompok makanan yang dianjurkan untuk mencegah kolestrol tinggi adalah makanan yang mengandung lemak sehat.
Berikut beberapa jenis makanan yang membantu mencegah kolestrol tinggi:
- Alpukat: Mengandung lemak tak jenuh tunggal yang membantu menurunkan kolestrol jahat (LDL) tanpa mengganggu kolestrol baik (HDL)
- Ikan berlemak (Salmon, sarden, tuna): Kaya akan Omega-3 yang berperan menurunkan trigliserida dan menjaga kesehatan pembuluh darah
- Oatmeal: Mengandung serat larut beta-glukan yang membantu mengikat kolestrol di saluran pencernaan
- Beras merah: Sumber karbohidrat kompleks dan serat yang membantu menjaga kadar lemak darah tetap stabil
- Kacang-kacangan (Almond, kenari, kacang merah): Mengandung serat, protein nabati, dan lemak sehat yang baik untuk kesehatan jantung
BACA JUGA:Kenapa Selalu Overthinking di Malam Hari? Ini Penyebabnya!
- Sayuran hijau (Bayam, brokoli): Kaya akan antioksidan dan rendah kaori, membantu mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah
- Buah-buahan (Apel, pir, jeruk): Mengandung pektin dan vitamin yang berperan menurunkan kolestrol jahat secara alami
- Tempe dan tahu: Sumber protein nabati dengan kandungan isoflavon yang diketahui dapat membantu menurunkan LDL
- Bawang putih: Diyakini dapat membantu menekan kadar kolestrol jika dikonsumsi secara rutin
- Jahe dan kunyit: Mengandung senyawa antiinflamasi yang mendukung kesehatan jantung
Selain makanan aktivitas fisik rutin dan kebiasaan minum air putih yang cukup juga turut mendukung pengendalian kolestrol. Maka dari itu dengan memilih makanan yang tepat dan menerapkan pola hidup sehat, risiko kolestrol tinggi dapat ditekan sedini mungkin.