Ia menambahkan bahwa program ini dirancang secara bertahap dan berkelanjutan.
Tahapannya dimulai dari kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pelatihan relawan, hingga pelaksanaan simulasi evakuasi mandiri.
Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini dinilai sangat tinggi.
Bahkan, beberapa desa disebut telah secara mandiri mengalokasikan dana desa untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader kebencanaan desa yang kompeten.
Para kader tersebut nantinya diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat luas.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, relawan, perempuan, serta kelompok disabilitas, program ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya desa yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.