DENPASAR, DISWAYBALI.ID - BPBD Kota Denpasar tengah menyiapkan pengembangan sistem peringatan dini banjir berbasis aplikasi Pro Denpasar agar ke depan dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui ponsel.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan mitigasi bencana berbasis teknologi di wilayah Kota Denpasar.
Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, menyampaikan rencana tersebut usai kegiatan pada Jumat (23/1/2026).
BACA JUGA:TRC BPBD Buleleng Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Tembok Rumah Jebol di Desa Bebetin
Ia menjelaskan bahwa pengembangan fitur tersebut ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat, baik pada tahun ini maupun tahun depan, seiring peningkatan teknologi yang digunakan.
Saat ini BPBD Denpasar telah memasang sebanyak 14 unit Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan banjir. Dari jumlah tersebut, tujuh unit sudah dilengkapi alarm atau sirine sebagai penanda peringatan dini kenaikan debit air.
Enam unit di antaranya merupakan bantuan dari PLN kepada Pemerintah Kota Denpasar, sementara satu unit lainnya dipasang langsung oleh BPBD sejak Oktober 2025. Adapun tujuh unit EWS lainnya masih berfungsi sebagai monitor tanpa sirine.
Perangkat EWS tersebut tersebar di beberapa aliran sungai dan bendungan, seperti Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Landa, Tukad Gangga, serta sejumlah dam lainnya di wilayah Kota Denpasar.
Seluruh sensor terhubung langsung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD dan terkoordinasi dengan Dinas PUPR, penjaga dam, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanganan cepat saat terjadi peningkatan debit air.
BACA JUGA:Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Buleleng dan PBNU Latih Relawan Kebencanaan di Seririt
Untuk EWS yang dilengkapi sirine, BPBD menetapkan tiga tingkatan peringatan.
Level pertama atau waspada ditandai kenaikan air setinggi 50 sentimeter, level siaga ketika mencapai 116 sentimeter, dan level awas saat ketinggian air menyentuh 266 sentimeter. Evakuasi warga akan dilakukan apabila kondisi telah masuk pada level awas.
Ariwibawa juga menjelaskan perbedaan teknologi sensor yang digunakan. EWS bantuan PLN menggunakan sensor yang bersentuhan langsung dengan air sehingga sirine akan aktif ketika ketinggian air mencapai batas tertentu.
Sementara EWS milik BPBD menggunakan sensor inframerah yang dipasang di atas permukaan air untuk mendeteksi perubahan ketinggian tanpa kontak langsung.
Di sisi lain, BPBD Kota Denpasar masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap warga terdampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Denpasar pada Rabu (21/1/2026).