Memancing Semalaman, Seorang Pria Diduga Terseret Arus Sungai Tukad Badung
Pencarian seorang pria yang diduga hanyut saat memancing di Sungai Tukad Badung-kantorsar_denpasar-instagram
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Upaya pencarian dilakukan di sepanjang Sungai Tukad Badung, DENPASAR, menyusul laporan seorang pria yang diduga hanyut saat memancing, Sabtu (3/1/2026).
Korban diketahui bernama Surya Fajar Irawan (36), warga Kesiman Petilan, Denpasar Timur.
Informasi awal mengenai peristiwa tersebut diterima BPBD Kota Denpasar sekitar pukul 08.00 Wita. Laporan itu menyebutkan adanya seorang pemancing yang tidak kembali usai beraktivitas semalaman di bantaran sungai, tepatnya di sekitar Jembatan Jalan Hasanuddin.
BACA JUGA:Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ngopi Bareng Warga
Sekretaris BPBD Denpasar, Agung Surya, menjelaskan bahwa korban sebelumnya memancing bersama beberapa rekannya sejak Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Namun hingga pagi hari, keberadaan Irawan tak kunjung diketahui.
Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian.
Karena hasilnya nihil, mereka kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan BPBD Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal yang didapat petugas, kondisi debit air sungai saat kejadian terbilang normal dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
BACA JUGA:Terpeleset Saat Menyeberang, Nenek di Desa Tuwed Jembrana Hanyut Terbawa Arus
Meski begitu, korban diduga terseret arus saat berusaha mencari ikan dengan cara menyelam di aliran sungai.
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, kepolisian, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi menyampaikan bahwa operasi pencarian masih terus berlangsung hingga saat ini.
Tim SAR mulai melakukan penyisiran dari titik awal korban diduga hanyut, mengikuti arah aliran sungai hingga ke kawasan Taman Pancing. Sesuai prosedur, masa pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari.
Sementara itu, Kantor SAR Denpasar baru menerima laporan resmi sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak 10 personel SAR langsung diterjunkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur gabungan yang lebih dulu berada di lapangan.
Sumber: