BACA JUGA:Ancaman Gajah Sumatera di Kawasan Tesso Nilo
Dalam pernyataan terpisah sebelum penutupan resmi, manajer Mason Elephant Park, Ketut Sari, sempat mengakui bahwa atraksi gajah tunggang masih beroperasi.
Ia menyebut pihaknya telah menerima surat peringatan yang meminta penghentian kegiatan dalam jangka waktu satu bulan.
Ketut Sari juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak finansial dari kebijakan tersebut.
Menurutnya, penutupan atraksi gajah tunggang berpotensi memangkas pendapatan hingga lebih dari separuh, sementara biaya operasional untuk perawatan gajah dan kesejahteraan staf tetap harus dipenuhi.
Namun demikian, dengan adanya keputusan resmi per 25 Januari 2026, Mason Elephant Park kini mulai memasuki fase penyesuaian menuju model pengelolaan wisata satwa yang baru, sejalan dengan arah kebijakan konservasi yang ditetapkan pemerintah.