BULELENG, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian menegaskan bahwa kasus Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di Kecamatan Gerokgak masih berada dalam kondisi terkendali.
Sampai saat ini, belum ditemukan adanya penyebaran lanjutan dari penyakit tersebut.
Sapi-sapi yang sebelumnya sempat terpapar LSD juga dilaporkan telah kembali dalam kondisi sehat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, pada Rabu (28/1), menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium oleh BBVet Denpasar terhadap 25 ekor sapi menunjukkan hanya tiga ekor yang dinyatakan positif LSD.
BACA JUGA:Berapa Lama Lagi Umat Muslim Menyambut Bulan Puasa Ramadhan 2026? Cek Informasinya di Sini
Dari jumlah tersebut, dua ekor sapi berada di Desa Sumberklampok. Sementara satu ekor lainnya berasal dari Desa Pejarakan.
“Dari 25 ekor yang diperiksa, hanya tiga yang positif dan saat ini kondisinya sudah sehat. Tidak ada perkembangan kasus,” kata Gede Melandrat.
Ia menjelaskan bahwa dalam dua minggu terakhir, Dinas Pertanian secara rutin turun langsung ke lapangan.
Kegiatan tersebut meliputi pemberian edukasi kepada para peternak.
Selain itu, dilakukan pula pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi dan pemantauan kesehatan juga terus dilakukan secara intensif.
BACA JUGA:Bulog Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani Kabupaten Tabanan
Langkah-langkah tersebut dinilai efektif dalam menghentikan penularan penyakit.
Upaya itu juga berhasil memulihkan kondisi sapi yang sebelumnya terjangkit LSD.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian bersama aparat desa menerapkan pembatasan sementara terhadap distribusi sapi di wilayah Kecamatan Gerokgak.
Sapi dari wilayah yang terdampak untuk sementara waktu tidak diizinkan keluar maupun masuk.