“Sekarang kita batasi distribusi. Tidak boleh ada sapi masuk dan keluar dulu kurang lebih 3 bulan. Ini kita lakukan bersama aparat desa,” ujarnya.
Melandrat mengakui bahwa meskipun kondisi saat ini tergolong aman, isu LSD tetap berpotensi memengaruhi harga jual sapi hidup di tingkat peternak.
Ia menegaskan bahwa dampak tersebut tidak berpengaruh terhadap harga daging sapi di pasaran.
“Yang terdampak itu harga jual sapi per ekor, bukan dagingnya,” ucapnya.
Ia juga mengimbau para peternak agar lebih berhati-hati dalam membeli ternak. Kehati-hatian terutama diperlukan saat membeli sapi dari luar daerah.
Hal ini khususnya berlaku untuk pembelian melalui penjualan daring.
Menurutnya, sapi yang dibeli tanpa pengecekan langsung berisiko membawa penyakit.
Oleh karena itu, kondisi kesehatan ternak harus dipastikan sebelum dilakukan transaksi.