Disperindag Catat Kenaikan Cabai Rawit di Denpasar pada 1 Ramadhan 1447 H

Kamis 19-02-2026,22:38 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Memasuki hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas dapur di Kota Denpasar, Bali, mulai menunjukkan kenaikan. 

Lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai rawit yang harganya melonjak cukup tajam.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar pada Kamis, 19 Februari 2026, harga cabai rawit tercatat mencapai Rp 95.500 per kilogram. Angka tersebut naik Rp 14.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 81.500 per kilogram.

BACA JUGA:IGTKI Kota Denpasar Gelar Parade Ogoh-Ogoh Anak TK di Kota Denpasar untuk Semarak Kasanga Festival 2026

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar. Komoditas ini kini dijual Rp 33.750 per kilogram, atau naik Rp 667 dari harga sebelumnya Rp 33.083 per kilogram. 

Bawang merah turut mengalami penyesuaian harga. Dari sebelumnya Rp 32.417 per kilogram, kini naik menjadi Rp 34.583 per kilogram atau bertambah Rp 2.166.

Lonjakan harga cabai rawit pada awal Ramadhan ini dinilai cukup signifikan mengingat komoditas tersebut menjadi bahan utama berbagai masakan rumah tangga, terutama untuk kebutuhan berbuka dan sahur. 

Meningkatnya permintaan menjelang dan di awal puasa kerap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga di pasaran.

Di sisi lain, tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Harga daging ayam broiler justru mengalami penurunan tipis. Dari sebelumnya Rp 43.750 per kilogram, kini turun menjadi Rp 43.500 per kilogram.

BACA JUGA:Pemkot Denpasar Pastikan Kepesertaan BPJS 24 Ribu Warga Tetap Aktif Meski PBI Dicabut

Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Harga bawang putih masih berada di angka Rp 34.917 per kilogram, sedangkan tomat dijual Rp 10.542 per kilogram.

Pemerintah daerah melalui Disperindag terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional dan distributor untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman selama Ramadhan. 

Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kategori :