Dalam proses penilaian, panitia menghadirkan tujuh orang juri profesional yang berasal dari luar Kabupaten Badung. Langkah ini dilakukan untuk menjaga objektivitas serta memastikan penilaian berjalan secara adil.
Widiana menjelaskan bahwa komposisi penilaian lebih banyak menitikberatkan pada kualitas ogoh-ogoh itu sendiri. Sekitar 75 persen penilaian berasal dari bentuk dan konsep ogoh-ogoh, sementara 25 persen sisanya berasal dari penampilan fragmen tari yang mengiringinya.
Ia pun berharap gelaran tahun ini dapat berlangsung lancar serta menunjukkan peningkatan kualitas karya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menjaga tradisi sekaligus berkreasi.
Sementara itu, menjelang dimulainya parade pada Jumat petang, kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung terlihat semakin dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung penampilan ogoh-ogoh dari berbagai banjar tersebut.