Wabup Badung Buka Literasi Digital, UMKM Didorong Melek Transaksi Online

Selasa 21-04-2026,22:57 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

BADUNG, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. 

Upaya ini dilakukan dengan memperkuat ekosistem, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga membuka akses pasar digital yang lebih luas. Tidak hanya itu, kolaborasi juga dibangun dengan berbagai pihak seperti perbankan, marketplace, dan komunitas, dengan tujuan agar UMKM di Badung semakin kompetitif tanpa meninggalkan kearifan lokal Bali.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, saat membuka kegiatan literasi digital bertema "Tips Aman Bertransaksi Online". 

BACA JUGA:Regulasi Komdigi Mandek, Industri Digital Terancam: Ini Dampaknya bagi Investasi dan Inovasi

Acara yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung ini berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, pada Selasa (21/4), dan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol pembukaan.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada SMSI Badung atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa literasi digital menjadi hal yang semakin penting di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang kini semakin bergeser ke arah digital. Kegiatan seperti ini, menurutnya, menjadi langkah konkret untuk mendorong UMKM agar bisa naik kelas di era digital.

Ia juga menyinggung program Sidi Kumbara yang dikembangkan Pemkab Badung. Program ini tidak hanya diposisikan sebagai platform tetapi juga sebagai bentuk semangat gotong royong dalam versi digital. 

Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah memasarkan produk, mempercepat proses transaksi, serta mengelola keuangan dengan lebih tertata. Namun demikian, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama.

Menurutnya peningkatan pemahaman digital tidak hanya penting bagi pelaku usaha tetapi juga bagi masyarakat secara umum, termasuk generasi muda seperti Gen Z dan milenial. Hal ini mengingat tren transaksi yang kini cenderung mengarah ke sistem non-tunai. Tanpa pemahaman yang memadai, risiko seperti penipuan digital bisa saja terjadi dan merugikan banyak pihak.

BACA JUGA:Buleleng Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos, Pelayanan Publik Makin Transparan

Sementara itu, Ketua SMSI Badung, I Nyoman Sarmawa, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa digitalisasi, khususnya dalam sistem pembayaran, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Ia juga mengingatkan bahwa di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, transaksi digital tetap memiliki potensi risiko jika tidak dipahami dengan baik. Oleh karena itu, edukasi seperti ini dinilai penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Provinsi Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, serta Bank Pembangunan Bali. Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Badung, pimpinan OPD terkait, pengurus SMSI Bali, serta peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, siswa SMA, hingga mahasiswa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap transaksi digital semakin meningkat. Pada akhirnya, hal tersebut dapat mendorong terciptanya ekosistem ekonomi digital yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Badung.

Kategori :