Nature Positive Tourism Jadi Arah Baru Pariwisata Bali

Sabtu 30-05-2026,21:11 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

Mulai dari konferensi pers, diskusi panel, presentasi, fireside chat hingga networking session.

BBTF 2026 juga menghadirkan lebih dari 40 exhibitor, yang menawarkan berbagai solusi berkelanjutan bagi sektor pariwisata dan hospitality.

BACA JUGA:Gastronomi Jadi ‘Senjata Baru’ Pariwisata Indonesia di BBTF 2026

Selain itu, diberikan pula Eco Climate Badge Award 2025/2026, kepada hotel dan restoran yang telah terverifikasi menjalankan praktik keberlanjutan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana turut hadir dan membuka gelaran tersebut, bersama berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bali, sebagai destinasi regenerative tourism tingkat global.

“Pariwisata masa depan tidak bisa lagi bersifat ekstraktif. Industri ini harus mulai bergerak menjadi kekuatan positif yang ikut menjaga dan meregenerasi alam serta ekosistem di sekitarnya,” ujar Rahmi Fajar Harini, selaku Co-Founder Eco Tourism Bali.

“Sustainability bukan lagi pilihan tambahan dalam industri pariwisata, tetapi menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing dan masa depan Bali sebagai destinasi dunia,” imbuh Suzy Hutomo, yang juga selaku Co-Founder Eco Tourism Bali.

BACA JUGA:BBTF 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 407 Buyer dari 44 Negara ke Bali

Di samping itu, General Manager The Meru Sanur, Ed Brea, menambahkan menjadi tuan rumah The Meru Eco Tourism Week merupakan bentuk komitmen berkelanjutan yang pihaknya lakukan, dalam mendukung dan mendorong pariwisata berkelanjutan dan regeneratif di Bali.

“Komitmen ini semakin diperkuat melalui kolaborasi berkelanjutan kami bersama Eco Tourism Bali. Mitra yang memiliki visi yang sama dalam membangun industri pariwisata yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga melindungi, memulihkan, dan memperkaya lingkungan alam, warisan budaya, serta komunitas lokal yang menjadikan Bali begitu istimewa,” jelasnya.

Menurut Ed, pelaksanaan event yang berlokasi di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Wellness Sanur dinilai cukup tepat.

Dikarenakan ekosistem pariwisata terintegrasi ini menunjukkan bagaimana fasilitas kesehatan inovatif, keanekaragaman hayati, wellness holistik, kesejahteraan komunitas, pelestarian budaya, dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan nilai jangka panjang.

Sekaligus mendukung masa depan industri pariwisata Indonesia melalui pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:Hadapi Kondisi Geopolitik Global, BBTF 2026 Shifting ke Market Asia-Afrika

“Melalui The Meru Eco Tourism Week, kami percaya bahwa acara ini dapat menginspirasi lahirnya ide-ide bermakna dan mempercepat aksi kolektif menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan regeneratif bagi Bali dan Indonesia,” tandasnya.

Kategori :