Sambut Hardiknas, BEM Bali Utara Gelar Diskusi tentang Kondisi Pendidikan di Buleleng

Jumat 01-05-2026,21:39 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

BULELENG, DISWAYBALI.ID - Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bali Utara menggelar diskusi publik yang membahas kondisi pendidikan di Kabupaten Buleleng. 

Kegiatan yang berlangsung di Bichito Caffe, Jalan Gajah Mada No. 124, Singaraja pada Jumat (1/5/2026) itu mengangkat tema "Realita Pendidikan di Kabupaten Buleleng: Layak atau Sekadar Dianggap Layak".

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, S.M., sebagai salah satu narasumber. Selain itu, hadir pula akademisi Dr. Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, M.Pd., yang turut memberikan pandangannya mengenai perkembangan dunia pendidikan di daerah tersebut.

BACA JUGA:Pemkab Buleleng Dorong Peningkatan Kualitas Keuangan Lewat Program IPKD 2026

Kegiatan yang diinisiasi oleh BEM Bali Utara itu menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas berbagai persoalan serta tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan di Kabupaten Buleleng. Berbagai isu mulai dari kualitas pendidikan, pemerataan tenaga pendidik, hingga fasilitas penunjang pembelajaran menjadi topik yang dibahas dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Ketut Ngurah Arya menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan di sektor pendidikan. Dimana menurutnya perhatian tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik sekolah tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembelajaran.

Ia menyebut sejumlah langkah yang saat ini dilakukan, di antaranya perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pemerataan distribusi guru agar kebutuhan pendidikan di setiap sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik. 

Upaya tersebut dinilai krusial untuk menciptakan layanan pendidikan yang lebih merata bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Buleleng.

Di hadapan para peserta diskusi, Ngurah Arya juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengamat terhadap berbagai persoalan pendidikan. Ia mendorong generasi muda agar aktif menyampaikan gagasan, kritik yang membangun, serta solusi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pendidikan.

BACA JUGA:Pemkab Buleleng Perkuat Validasi Bantuan Sosial Lewat Portal Perlinsos

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki kedekatan dengan berbagai dinamika pendidikan di lapangan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dari BEM Bali Utara dan mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Melalui forum tersebut, para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta harapan mereka terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Buleleng khususnya dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan merata.

Kategori :