DENPASAR, BALI.DISWAY.ID — Pulau Dewata mencatat deflasi 0,51 persen pada Juli 2026, setelah sebulan sebelumnya mengalami inflasi 0,71 persen.
Penurunan harga cabai hingga bawang merah menjadi pemicu utama deflasi. Sementara inflasi tahunan Bali ikut melandai, dari 3,27 persen menjadi 2,42 persen.
Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, Senin 3 Agustus 2026, masa panen hortikultura membuat pasokan melimpah.
Kondisi itu terjadi di Bali, maupun sejumlah daerah penghasil secara nasional.
Inflasi tahunan Bali sebesar 2,42 persen, juga lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai 2,88 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus minus satu persen.
BACA JUGA:Gubernur Koster Dorong Energi Berkelanjutan di APDT 2026
Seluruh daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen di Bali, mencatat deflasi sepanjang Juli 2026.
Kabupaten Buleleng menjadi daerah dengan penurunan terdalam, yakni 0,91 persen. Inflasi tahunan Buleleng tercatat sebesar 1,89 persen.
Disusul Kabupaten Badung dengan deflasi 0,59 persen, Tabanan 0,56 persen, dan Kota Denpasar 0,30 persen. Secara tahunan, Badung mencatat inflasi sebesar 2,04 persen. Tabanan mencapai 2,54 persen, sedangkan Denpasar sebesar 2,77 persen.
Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Achris Sarwani mengatakan, cabai rawit menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Juli 2026.
“Penurunan harga juga terjadi pada bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan buncis,” ujarnya.
Namun, kata Achris lagi, laju deflasi tertahan kenaikan sejumlah komoditas lainnya. “Harga bensin, beras, serta biaya pendidikan pada jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA mengalami peningkatan,” tuturnya.
Pihaknya menilai capaian tersebut tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Bali.
“Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar. Sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5 persen plus minus satu persen,” ungkapnya.