Art & Bali 2026 Datangkan 10.000 Pengunjung, Hampir 300 Karya Terjual

Senin 21-09-2026,10:53 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

“Berpartisipasi di Art & Bali menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk memahami pasar Bali lebih dekat, bertemu dengan kolektor baru, dan mengenali minat audiens di sini. Menjelang pembukaan ruang kami di Bali pada akhir Desember, keikutsertaan dalam pameran ini membantu kami membangun koneksi dan memperoleh wawasan yang akan berarti bagi langkah kami selanjutnya,” tutur Jenny.

Berakhirnya art fair tidak menjadi akhir dari seluruh rangkaian program seni di Nuanu Creative City. Pameran utama What The Body Remembers masih dapat dikunjungi di Labyrinth Art Gallery hingga 29 November 2026.

Pameran yang dikurasi Bandana Tewari bersama Assistant Curator Brina Paska tersebut mempertemukan 26 seniman, desainer, dan studio dari Indonesia dan India.

Karya yang ditampilkan berada di persimpangan seni kontemporer, fashion, tekstil, dan kriya.

Lead Curator What The Body Remembers, Bandana Tewari, mengatakan pertemuan berbagai komunitas kreatif menjadi salah satu hal yang membekas dari penyelenggaraan Art & Bali 2026.

“Yang paling membekas bagi saya setelah pembukaan Art & Bali bukan hanya pamerannya, tetapi keberagaman orang-orang yang hadir dan bertemu di dalamnya. Melihat komunitas kreatif Bali—dengan rasa ingin tahu, keberagaman, keterbukaan, dan kemurahan hatinya—berkumpul dalam satu ruang untuk berbagi gagasan menjadi pengingat bahwa kebudayaan terus tumbuh melalui pertemuan dan pertukaran.” ujar Bandana.

Selain itu, pameran satelit Do Not Clean This Room oleh Block42 juga masih menjadi bagian dari rangkaian program seni di Nuanu. Pameran yang dikurasi Gatari Surya Kusuma tersebut menghadirkan 18 seniman dalam studio sementara yang dibangun dari kontainer pengiriman.

Konsep tersebut memungkinkan pengunjung melihat karya yang telah selesai sekaligus proses riset, eksperimen, dan rutinitas keseharian para seniman.

Kurator Do Not Clean This Room, Gatari Surya Kusuma, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan suara-suara seniman kepada audiens yang lebih luas.

“Pameran satelit Do Not Clean This Room menjadi kesempatan untuk menyoroti suara-suara yang layak mendapatkan perhatian lebih luas, dan Art & Bali memberikan mereka platform untuk menjangkau audiens internasional,” pungkas Gatari.

Art & Bali selanjutnya dijadwalkan kembali digelar di Nuanu Creative City untuk edisi ketiga pada September 2027.(*)

Kategori :