“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini,"
BACA JUGA:Stabilkan Harga Sembako, Pemprov Lampung Bersama Bulog Gelar Pasar Murah di 75 Titik
"Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.
Rekor pengadaan ini juga menjadi momentum menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, pencapaian ini juga memperkuat peran BULOG dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
Dengan stok yang semakin kuat, pemerintah memiliki dukungan lebih besar untuk menjalankan program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
BULOG pun berkomitmen melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi, inovasi, serta penguatan operasional dari hulu hingga hilir untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.(*)