Gubernur Koster Sidak Terminal BBM Bali, Distribusi Digenjot 24 Jam

Rabu 14-10-2026,23:09 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

Selain itu, Pertamina menambah armada mobil tangki pengangkut BBM dari sekitar 90 unit menjadi 105 unit.

Penambahan 15 armada tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan frekuensi pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU, khususnya di wilayah yang mengalami kendala distribusi.

BACA JUGA:Putri Koster Dorong Bunga Kasna Temukus Masuk Pasar Canang Bali

Koster juga mengoordinasikan dukungan Polda Bali untuk mengawal mobil tangki BBM menuju SPBU. Pengawalan diharapkan memperlancar mobilitas armada, mempersingkat waktu tempuh, dan mempercepat penyaluran BBM ke lokasi yang membutuhkan.

Koster menegaskan, penanganan persoalan distribusi BBM membutuhkan koordinasi seluruh pihak.

Gangguan distribusi tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga pekerja transportasi, pelaku usaha, dan sektor pariwisata Bali.

“Ini bukan hanya urusan Pertamina atau satu instansi saja. Ini urusan kita bersama. Kalau kita saling melempar tanggung jawab, masyarakat yang akan kesulitan. Karena itu, kita selesaikan bersama-sama dan kita tuntaskan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Koster, kelancaran pasokan energi menjadi hal penting bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Persoalan yang terjadi saat ini juga harus menjadi bahan evaluasi, untuk memperkuat perencanaan dan kesiapan operasional distribusi BBM agar kejadian serupa dapat diantisipasi.

Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pengisian secara bersamaan apabila belum mendesak karena penumpukan kendaraan dapat memperpanjang antrean dan menghambat pelayanan.

Pemerintah Provinsi Bali akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk memastikan langkah percepatan berjalan optimal.

“Yang terpenting, kebutuhan masyarakat harus terpenuhi. Kita pastikan pasokannya tersedia, distribusinya dipercepat, dan pelayanan diperbaiki. Kita bekerja bersama-sama agar kondisi ini segera normal dan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Peninjauan fasilitas sandar dan bongkar muat kapal tanker di Pelabuhan Benoa menjadi bagian dari upaya Koster memastikan kondisi operasional penerimaan pasokan BBM.

Pemerintah Provinsi Bali berharap koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait segera mengurangi antrean serta memulihkan kelancaran pelayanan BBM bagi masyarakat Bali.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.

Simon menjelaskan, salah satu kendala distribusi terjadi akibat gangguan proses bongkar muat kapal tanker yang berkaitan dengan persoalan jangkar kapal. Kondisi tersebut menyebabkan jadwal bongkar muat yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 tertunda hingga sekitar pukul 22.00.

Kategori :