Buleleng Rencanakan Festival Tiap Kecamatan, UMKM dan Seniman Lokal Jadi Fokus
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat menghadiri Pesta Rakyat Gerokgak di Lapangan Desa Sanggalangit--Pemkab Buleleng
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten BULELENG berencana kembali menggelar festival di masing-masing kecamatan mulai 2026.
Selain sebagai ruang ekspresi seni dan pelestarian budaya, agenda ini juga disiapkan untuk mendorong perputaran ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM di tingkat lokal.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat menghadiri Pesta Rakyat Gerokgak di Lapangan Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Rabu malam (24/12/2025). Ia menilai kegiatan berbasis kecamatan seperti ini terbukti memberi dampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga ekonomi.
BACA JUGA:Pemkab Buleleng Ajukan Kenaikan UMK 2026 Sekitar Enam Persen
Dalam keterangannya yang disampaikan melalui siaran pers Kamis (25/12/2025), Supriatna menyebut festival rakyat mampu menjadi ruang promosi bagi produk lokal dan usaha kecil yang selama ini kesulitan menjangkau pasar lebih luas.
Kehadiran festival, menurutnya, membuka peluang transaksi langsung antara pelaku UMKM dan pengunjung.
Ia mengapresiasi Pesta Rakyat Gerokgak yang dinilai berhasil melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta komunitas seni—baik tradisional maupun modern—untuk tampil dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pola ini dinilai efektif dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem kreatif daerah.
Menurut Supriatna, karakter masyarakat Kecamatan Gerokgak yang majemuk membutuhkan ruang kebersamaan yang tidak hanya bersifat seremonial.
BACA JUGA:Pameran Rempah Buleleng Angkat Peran Lontar Kuno dalam Lestarikan Budaya Bali
Festival seni dan budaya dinilai mampu menjadi perekat sosial sekaligus pemicu aktivitas ekonomi, terutama bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor informal dan ekonomi kreatif.
Pemkab Buleleng berharap festival kecamatan ke depan dapat dirancang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan UMKM, promosi potensi lokal, serta penguatan ekonomi berbasis budaya di setiap wilayah.
Sumber: