Tragedi Laut Labuan Bajo, Pencarian Korban Kapal Wisata Masih Terus Dilakukan
Upaya pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan--ANTARA
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Upaya pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga hari ini, Minggu 4 Januari 2026.
Operasi pencarian korban kapal wisata diketahui sudah memasuki hari ke-10 dan kembali diperpanjang karena menurut beberapa laporan masih ada beberapa korban yang belum ditemukan atas insiden tenggelam kapal wisata di Labuan Bajo.
Tim pencarian korban kapal wisata terus memperluas area pencarian di sekitar perairan Selat Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo dengan memaksimalkan pencarian melalui penyisiran laut dan juga udara, sembari menyusun strategi di lapangan guna meningkatkan peluang untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan.
BACA JUGA:Desa Adat Sangburni Gelar Upacara Pamikukuh dan Pejaya-jayan Prajuru Masa Bakti 2026–2031
Operasi pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo masih terus berlanjut hingga hari Minggu 4 Januari 2026, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif setelah sejumlah korban belum ditemukan, meski pencarian telah memasuki hari kesepuluh sejak insiden yang terjadi pada 26 Desember 2025 lalu.
Kapal wisata KM Putri Sakinah diketahui mengalami inside, yaitu tenggelam di perairan Selat Laut Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo yang diakibatkan karena kerusakan mesin dan diperparahnya dengan ombak yang tinggi dan cuaca buruk pada malam hari. Menurut laporan kapal tersebut membawa 11 orang yang terdiri atas beberapa wisatawan asing, pemandu wisata, serta kru kapal.
Seiring dengan diperpanjangnya operasi pencarian, tim SAR gabungan yang melibatkan beberapa pihak, seperti Basarnas, TNI AL, Polri, KSOP, serta unsur relawan memperluas area pencarian hingga belasan mil laut dari titik tenggelamnya kapal.
Penyisiran dilakukan melalui jalur laut, udara, dan penyelaman bawah laut. Namun arus yang terlalu kuat dan cuaca yang masih terus berubah-ubah masih menjadi tantangan utama selama proses pencarian berlangsung.
Perkembangan yang signifikan terjadi pada hari Minggu pagi ketika tim SAR berhasil menemukan satu jenazah warga negara asing yang mengapung di perairan sekitar Pulau Seraya dan Pulau Rinca.
BACA JUGA:Tumpek Krulut Bertemu Purnama Kepitu, Pesan Kasih Sayang untuk Generasi Masa Kini
Jenazah tersebut dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebelum dibawa ke RSUD Komodo. Pihak kepolisian memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Fernando Martin Carreras, pelatih tim wanita klub Valencia yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama dengan anak-anaknya.
Penemuan tesebut menambah daftar korban meninggal dunia dalam insiden tersebut, sebelumnya tim SAR menemukan satu jenazah anak perempuan berusia 12 tahun yang juga merupakan penumpang kapal wisata tersebut.
Hingga pencarian di hari kesepuluh ini, dua anak laki-laki lainnya masih belum bisa ditemukan sehingga operasi pencarian oleh tim SAR gabungan kembali diperpanjang sampai beberapa hari ke depan.
Pihak Basarnas menyatakan bahwa pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi di lapangan serta masih adanya kemungkinan korban lain ditemukan, mengingat kondisi arus laut yang dapat membawa korban menjauh dari lokasi kejadian.
Sumber: