Groundbreaking Penataan Kota Singaraja, Kendaraan Bertonase Besar Dialihkan Sementara
Groundbreaking penataan kawasan pusat Kota Singaraja resmi dimulai pada Jumat (20/2/2026)-Pemkab Buleleng-
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Penataan kawasan pusat Kota Singaraja resmi dimulai pada Jumat (20/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun langsung menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas, mengingat proyek dikerjakan di jantung kota yang setiap hari dipadati kendaraan.
Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa kendaraan bertonase besar akan dialihkan sementara waktu selama proses pekerjaan berlangsung.
BACA JUGA:Enam Kategori Lomba Meriahkan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 di Buleleng 12 Februari
Kebijakan itu diambil untuk meminimalkan dampak kemacetan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
"Truk-truk besar akan kami alihkan sementara sampai pengerjaan selesai. Ini demi kenyamanan masyarakat," ujarnya seusai prosesi peletakan batu pertama penataan Kota Singaraja.
Proyek yang menyasar kawasan titik nol Kota Singaraja tersebut ditargetkan berjalan efektif sekitar 4,5 bulan dan diharapkan rampung pada Juli 2026.
Penataan ini difokuskan pada area strategis, termasuk sekitar Tugu Singa Ambara Raja dan lingkungan Kantor Bupati Buleleng, yang selama ini menjadi ikon sekaligus pusat aktivitas pemerintahan dan masyarakat.
Menurut Sutjidra, pembenahan kawasan ini bukan sekadar memperindah tampilan kota. Pemerintah daerah ingin menata wajah Singaraja agar lebih tertib, nyaman, serta mencerminkan identitasnya sebagai ibu kota Kabupaten Buleleng.
BACA JUGA:Kasus LSD di Gerokgak Terkendali, Pemkab Buleleng Batasi Distribusi Sapi Sementara
Ia juga mengakui bahwa selama pengerjaan berlangsung, potensi gangguan terhadap mobilitas warga tidak bisa dihindari.
Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mungkin terdampak, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar proyek.
Ia berharap proses penataan ini nantinya memberikan manfaat jangka panjang bagi tata ruang dan kenyamanan Kota Singaraja.
Sebelumnya, seremoni groundbreaking telah digelar pada hari yang sama dan dipuput oleh sulinggih sebagai penanda dimulainya pekerjaan fisik di kawasan bersejarah tersebut. Pemerintah daerah optimistis, setelah rampung nanti, wajah pusat kota akan tampil lebih rapi dan representatif.
Sumber: