Pemkab Buleleng Benahi Lovina Secara Bertahap, Fokus Akses dan Kawasan Pantai

Pemkab Buleleng Benahi Lovina Secara Bertahap, Fokus Akses dan Kawasan Pantai

Peletakanbatu pertama sebagai pembuka penataan infrastruktur kawasan Lovina--sutjidranyoman

BULELENG, DISWAYBALI.ID - Penataan kawasan wisata Lovina di Kabupaten Buleleng, Bali, akhirnya resmi dimulai. 

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,1 miliar untuk membenahi infrastruktur di destinasi andalan Bali utara tersebut.

Bupati Buleleng, Sutjidra, menegaskan penataan ini ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Ia ingin setiap pengunjung yang datang ke Lovina memperoleh pengalaman berlibur yang lebih berkualitas. 

BACA JUGA:Evaluasi CKG 2026 di Buleleng, Dinkes Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Capai Target 46 Persen

Harapannya  adalah wajah baru Lovina nantinya mampu meningkatkan daya saing pariwisata Buleleng, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Proyek tersebut mencakup sejumlah pekerjaan fisik. Mulai dari perbaikan akses jalan menuju kawasan pantai, penataan jalur pedestrian, pembenahan fasilitas umum, hingga penataan area pesisir. 

Sistem penerangan dan kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari pembaruan agar kawasan terlihat lebih tertata.

Menurut Sutjidra, penataan dilakukan secara bertahap dan terencana. 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga karakter lokal Lovina agar tidak hilang di tengah pembangunan. Karena itu, Pemkab Buleleng melibatkan masyarakat setempat serta pelaku usaha pariwisata dalam proses penataan.

BACA JUGA:Pemkab Buleleng Intensifkan Aksi Bersih Pantai, Libatkan TNI/Polri hingga Komunitas Lingkungan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan proyek ini telah melalui proses tender dengan nilai kontrak Rp 14,1 miliar. 

Ia memastikan pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat dan transparan, dengan melibatkan aparat penegak hukum serta Inspektorat daerah.

Adiptha menyebutkan tenaga inti yang mengerjakan proyek berasal dari lokal dan telah melalui evaluasi kinerja. Pemerintah daerah berharap penataan ini menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata Lovina sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali utara.

Sumber: