Buleleng Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos, Pelayanan Publik Makin Transparan
Buleleng Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Lebih Transparan dan Tepat Sasaran--Dok. Pemkab Buleleng
Dalam menjalankan tugasnya, agen cukup memiliki perangkat yang mendukung akses ke web Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta mengikuti pelatihan dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:Promo 'JOSS PATEN' Diluncurkan, Buleleng Dorong Kepatuhan Bayar PBB
Setiap agen direncanakan akan mendampingi sekitar 100 kepala keluarga dalam proses pendataan dan pendampingan.
Dengan jumlah kepala keluarga di Buleleng yang mencapai sekitar 267 ribu, peran aktif desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
Sistem yang digunakan juga telah terintegrasi dengan data aset, kependudukan, dan perbankan guna meminimalkan kesalahan dalam penyaluran bantuan.
Adapun sasaran program mencakup penerima bansos yang akan didaftarkan ulang, masyarakat miskin yang belum menerima bantuan, serta kelompok rentan seperti penderita sakit kronis, penyandang disabilitas berat, dan lansia.
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga tingkat desa, untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program ini.
“Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi upaya bersama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ajaknya.
Sumber: