Pelatih Bali United Buka Realita Rekrutmen Pemain di Indonesia, Minta Striker Datangnya Video Youtube

Pelatih Bali United Buka Realita Rekrutmen Pemain di Indonesia, Minta Striker Datangnya Video Youtube

Proses rekrutmen pemain di Indonesia menjadi perbincangan setelah Johnny Jansen ungkapkan kebenaran terhadap cara banyak klub di Indonesia yang merekrut pemain--Instagram Bali United

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Proses rekrutmen pemain di Indonesia menjadi perbincangan setelah Pelatih Bali United mengungkapkan kebenaran terhadap cara banyak klub di Tanah Air yang mencari dan merekrut pemain.

Dalam pengakuannya, Pelatih Bali United menilai bahwa standar mekanisme yang dilakukan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia masih sangat berbeda dengan standar profesional yang lazim diterapkan di liga-liga yang kelasnya lebih tinggi. Menurut pelatih asal Eropa itu dengan sistem yang seperti ini membuat evaluasi kualitas pemain menjadi tidak utuh.

Pelatih Bali United tersebut juga ungkapkan bahwa saat sedang melakukan perekrutan pemain kerap kali tidak didukung oleh keberadaan tim pencarian bakat yang bekerja secara sistematis dan berlapis, melainkan lebih banyak bergantung pada rekomendasi agen melalui video di Youtube yang menampilkan cuplikan gaya permainan dari pemain tersebut.

BACA JUGA:Bali United Taklukan Arema FC, Gol Tunggal Berhasil Amankan Poin Penting di Klasemen

Pelatih Bali United, Johnny Jansen mengungkapkan keheranannya terhadap cara banyak klub sepak bola Indonesia merekrut pemain, terutama metode yang dinilai kurang profesional dan hanya berbasis pada rekomendasi dari agen. Pernyataannya tersebut yang menjadi perhatian publik jelang dibukanya bursa transfer paruh musim BRI Super League.

Pelatih asal Belanda tersebut menyampaikan bahwa selama menangani Bali United pada musim 2025/2026, Johnny Jansen mendapati bahwa sebagian besar klub Indonesia belum memiliki tim pencarian bakat (scouting team) yang bekerja secara terstruktur utuk bisa menemukan pemain potensial.

Menurutnya, proses perekrutan lebih banyak mengandalkan video YouTube yang dikirimkan oleh agen pemain, bukan dari hasil observasi langsung atau penilaian profesional yang komprehensif. Saat itu Johnny Jansen menceritakan pengalamannya yang sedang mencari striker, tetapi pemilik Bali United justru menerima video Youtube dari agen lengkap dengan data dari Transfermarket.

Bagi Johnny Jansen metode yang dilakukan berbeda dengan kebiasaan di klub-klub Eropa atau negara dengan sistem sepak bola yang sudah lebih matang dibandingkan dengan Indonesia. Pelatih Bali United tersebut juga mengatakan biasanya jika klub ingin merekrut pemain, maka akan melibatkan tim scouting profesional, analisis data, pertimbangan statistik yang detail, dan obervasi yang dilakukan secara langsung.

Johnny Jansen juga mengatakan bahwa terkadang klub mendapatkan kandidat pemain yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, meminta striker tetapi pemilik klub justru memberikan pemain dengan posisi yang lain.

BACA JUGA:Penantian Panjang! PSSI Resmi Menunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Jadi hal tersebut yang membuat pelatih asal Eropa berpikir bahwa sistem perekrutan pemain untuk klub di Indonesia memperlukan perbaikan sistem scouting di Indonesia karena highlight di video sering kali hanya menampilkan momen terbaik dari pemain tersebut, sementara untuk aspek konsistensi, karakter, pemahaman permainan, dan profesionalisme tidak terlihat.

Dengan sistem yang seperti itu, maka tidak hanya akan berdampak pada pengambilan keputusan tetapi juga berpotensi membuat klub lebih sering melakukan pergantian pemain asing di tengah musim karena pemain yang didatangkan sering kali tidak memenuhi ekspektasi atau kebutuhan tim secara taktis.

Meskipun begitu, Johnny Jansen juga akui bahwa dirinya merasa puas dengan fasilitas yang dimiliki oleh Bali United, tidak hanya lapangan tapi juga bagaimana para sumber daya manusia di sana yang merawat semua fasilitas tersebut.

Sumber: