Mengapa Doa Qunut Dibaca pada Separuh Akhir Ramadhan? Ini Dalil dan Waktunya
Mulai 5 Maret 2026, doa qunut dibaca pada salat witir di separuh akhir ramadhan-Freepik-
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Doa qunut tidak hanya dikenal dalam pelaksanaan salat Subuh. Dalam praktik ibadah di Bulan Ramadhan, doa ini juga kerap dibacakan pada salat Witir yang dilakukan setelah salat Tarawih, terutama ketika Ramadhan telah memasuki paruh kedua bulan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, doa qunut tidak dibaca saat salat Tarawih, melainkan ketika salat Witir.
Biasanya imam melafalkannya setelah bangkit dari rukuk pada rakaat terakhir sebelum turun untuk sujud, sementara makmum mengikuti dengan mengucapkan aamiin pada bagian-bagian doa.
BACA JUGA:Perbedaan Pendapat Tanggal Nuzulul Quran, Benarkah 17 Ramadan?
Lalu, apakah pembacaan doa qunut pada salat malam di bulan Ramadhan memang dianjurkan?
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa amalan tersebut memiliki dasar yang dijadikan rujukan dalam praktik ibadah umat Islam.
Mengutip penjelasan dari NU Online, ulama besar dalam mazhab Syafi’i, Imam Nawawi, berpendapat bahwa membaca doa qunut pada salat Witir di separuh akhir Ramadhan merupakan amalan yang disunnahkan.
Pandangan ini sejalan dengan praktik yang berkembang dalam mazhab Syafi’i, yang memang menganjurkan pembacaan qunut ketika Ramadhan memasuki pertengahan bulan.
Riwayat lain yang kerap dijadikan dasar datang dari Imam Abu Dawud. Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah mengumpulkan umat Islam yang sebelumnya melaksanakan salat Tarawih secara sendiri-sendiri.
BACA JUGA:Buka Puasa Tanpa Gorengan, Ini Manfaatnya bagi Tubuh Selama Ramadan
Saat itu, beliau kemudian mengajak mereka melaksanakan Tarawih secara berjamaah dengan Ubay bin Ka’ab sebagai imam. Pada masa itulah disebutkan bahwa qunut dibacakan ketika Ramadhan memasuki separuh kedua bulan.
Berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, para ulama menjelaskan bahwa separuh akhir Ramadhan dimulai dari tanggal 16 Ramadhan, mengingat jumlah hari dalam kalender Hijriah biasanya berkisar antara 29 hingga 30 hari.
Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka 16 Ramadhan diperkirakan bertepatan dengan 6 Maret 2026.
Namun karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak waktu Maghrib, maka pembacaan doa qunut pada salat Witir sudah dapat dimulai sejak malam 5 Maret 2026.
Sumber: