Buleleng Bentuk Desa dan Kelurahan Siaga TBC, Kejar Target Penanganan yang Masih Tertinggal
Buleleng siapkan Desa dan Kelurahan Siaga TBC untuk memperkuat penanganan dan kejar target nasional.--Dok. Pemkab Buleleng
BULELENG, DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten BULELENG terus memperkuat langkah dalam penanganan tuberkulosis atau TBC.
Salah satu strategi yang kini disiapkan adalah pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat capaian indikator penanganan TBC yang masih berada di bawah target nasional.
BACA JUGA:Tiga Desa Buleleng Masuk 16 Besar Desa Transparan Bali 2026, Baktiseraga Peringkat 5
Tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor.
Di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan masyarakat dalam penanganan TBC.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan penanganan TBC masih menjadi tantangan serius.
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Energi, Mitsubishi Fuso dan Kementerian ESDM Bedah Kualitas B50
Hal itu disampaikan saat membuka rapat koordinasi secara resmi.
Menurutnya, persoalan TBC bukan hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga global.
"Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia. Berdasarkan Global TB Report WHO 2025, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis tertinggi kedua di dunia setelah India," ujar Mertiasa di hadapan peserta rapat.
Data Global TB Report WHO 2025 mencatat estimasi kasus TBC baru di Indonesia mencapai 1.080.000 kasus setiap tahun.
Sumber: