Jelang Imlek 2026, Vihara Satya Dharma Benoa Rampungkan 70 Persen Persiapan

Kamis 12-02-2026,21:11 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Suasana Tahun Baru Imlek mulai terasa di Vihara Satya Dharma yang berada di tepi Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. 

Lima hari menjelang perayaan, Kamis (12/2/2026), sejumlah lampion merah tampak sudah terpasang dan altar-altar ibadah terlihat lebih rapi dari biasanya. Aroma dupa pun terus mengepul seiring persiapan yang hampir rampung.

Staf Pengelola Vihara Satya Dharma, Ni Wayan Suktrianti, mengatakan sekitar 70 persen persiapan telah diselesaikan. 

BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Dinas Ketahanan Pangan Pastikan Pasokan Ayam di Tabanan Cukup

Sejak sepekan terakhir, empat orang staf dikerahkan untuk membersihkan area vihara, mulai dari perabotan, perlengkapan sembahyang, tempat pemujaan para dewa, hingga dinding bangunan. Setelah itu, pemasangan lampion dilakukan untuk menambah nuansa khas Imlek.

Menariknya, menurut Suktrianti, sebagian besar jemaat yang datang justru berasal dari luar Kota Denpasar. Saat libur panjang, vihara ini kerap didatangi umat dari Singaraja, Batubulan, hingga Gianyar. Tak hanya itu, beberapa wisatawan mancanegara seperti dari India dan Australia yang awalnya singgah karena tertarik arsitekturnya, kemudian rutin kembali untuk beribadah.

Untuk perayaan tahun ini, pengelola tidak menyiapkan hiburan khusus ataupun ibadah bersama yang dipimpin tokoh agama. Aktivitas utama tetap berfokus pada sembahyang seperti biasa. 

Puncaknya diperkirakan terjadi saat pergantian tahun Imlek pada Minggu, 16 Februari 2026, tepat pukul 00.00 Wita, ketika umat mulai berdatangan untuk berdoa.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak vihara berkoordinasi dengan Pecalang Jaga Baya Pesanggaran dan Polsek Benoa guna memastikan situasi tetap kondusif. 

BACA JUGA:CATAT! Ini Jadwal Libur Imlek 2026 Sesuai SKB 3 Menteri

Jumlah umat yang hadir diprediksi meningkat signifikan dibandingkan perayaan tahun 2025. Suktrianti menyebut kedatangan jemaat bisa bertambah hingga 10 sampai 20 kali lipat, terutama karena banyak yang kini datang bersama keluarga.

Rangkaian sembahyang tidak hanya berlangsung saat malam pergantian tahun. Selama 16–17 Februari serta pada perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada 3 Maret 2026, vihara akan dibuka selama 24 jam penuh. Setelah itu, operasional kembali normal mulai pukul 09.00 hingga 21.00 Wita. 

Aktivitas ibadah biasanya terus berlangsung hingga 15 hari setelah Imlek, sebelum akhirnya ditutup dengan perayaan Cap Go Meh.

Kategori :