Perbedaan Pendapat Tanggal Nuzulul Quran, Benarkah 17 Ramadan?

Rabu 04-03-2026,20:35 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

Perbedaan terjadi pada penentuan tanggalnya. Abu Qilabah berpendapat 18 Ramadan sedangkan riwayat lain menyebut 19 Ramadan.

Dalil tentang hari Senin merujuk pada hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah RA. Nabi SAW ketika ditanya tentang puasa hari Senin bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَأُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

BACA JUGA:Ramadan di Lapas Kerobokan, Ratusan Warga Binaan Jalani Puasa dan Tarawih dengan Khidmat

Artinya: "Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari diturunkan wahyu kepadaku."

Dalam kajian yang lebih modern, Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuri melalui kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum menyimpulkan bahwa wahyu pertama kemungkinan turun pada Senin malam 21 Ramadan. Ia menghitungnya bertepatan dengan 10 Agustus 610 M. Saat itu usia Rasulullah SAW sekitar 40 tahun lebih enam bulan dalam hitungan Hijriah.

Ayat lain yang menjadi pijakan adalah QS Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an."

BACA JUGA:BBPOM Denpasar Uji 27 Sampel Takjil di Pasar Ramadan Wanasari, Pastikan Bebas Boraks dan Formalin

Dari berbagai riwayat tersebut tampak bahwa seluruh ulama sepakat wahyu pertama turun pada bulan Ramadan dan pada hari Senin. Perbedaan hanya pada tanggal pastinya, apakah 17, 18, 19, 21, atau 24 Ramadan. 

Adapun tradisi memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan tetap menjadi amalan yang paling luas di tengah masyarakat Muslim hingga sekarang.

Kategori :