BACA JUGA:Dolar AS Bergerak Naik, Rupiah Masih Bertahan di Zona Negatif
Melihat kondisi tersebut, Ibrahim menilai pemerintah perlu segera mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui efisiensi anggaran negara dengan memprioritaskan belanja pada sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pangan, energi, serta program pengentasan kemiskinan.
Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu mempercepat upaya pengurangan ketergantungan terhadap minyak dengan mendorong konversi energi menuju sumber energi baru dan terbarukan. Pengembangan energi surya melalui pembangkit listrik tenaga surya, pemanfaatan tenaga air, hingga energi angin dapat menjadi alternatif pengganti pembangkit berbahan bakar diesel.
Langkah lainnya adalah memperkuat stimulus ekonomi melalui deregulasi serta penyederhanaan birokrasi. Menurut Ibrahim, pemangkasan aturan yang dinilai menghambat kegiatan usaha dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Berdasarkan analisisnya, ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan berada dalam kondisi fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.000 per dolar AS.