Gastronomi Jadi ‘Senjata Baru’ Pariwisata Indonesia di BBTF 2026

Selasa 31-03-2026,00:57 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

Model ini memperkuat posisi Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman menyeluruh, bukan sekadar kunjungan singkat.

Putu Winastra juga menegaskan bahwa kualitas pengalaman menjadi kunci.

BACA JUGA:Parade Budaya Kecamatan Warnai Perayaan HUT Kota Singaraja ke-422

“Tanpa kolaborasi dan bukti nyata di lapangan dalam penanggulangan cepat masalah sampah dan kemacetan, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar.

BBTF bukan sekadar ajang transaksi bisnis, tetapi cermin kesiapan destinasi. Dunia melihat bagaimana Bali mengelola dirinya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gastronomi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan juga harus didukung oleh kebersihan, tata kelola, dan infrastruktur yang memadai.

Dalam konteks nasional, strategi gastronomi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata RI dalam mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Gastronomi sendiri dinilai memiliki multiplier effect, antara lain menggerakkan UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus menjaga warisan budaya.BACA JUGA:Dharma Shanti di Penarukan, Wakil Ketua DPRD Buleleng Tekankan Nilai Kebersamaan

Pulau Bali, yang memiliki kekayaan kuliner dan tradisinya, berada di posisi strategis untuk memimpin narasi ini.

Namun, tantangannya juga tidak mudah, yakni bagaimana menjaga autentisitas di tengah arus komersialisasi.

BBTF 2026 menjadi panggung penting untuk menjawab itu.

Bukan hanya memperkenalkan rasa, tetapi juga menunjukkan bahwa di balik setiap hidangan, ada cerita, identitas, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Jika dikelola dengan tepat, gastronomi bukan hanya pelengkap pariwisata. Namun bisa menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia.(*)

Kategori :