“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.
Tak hanya sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga menjadi perhatian pemerintah.
BACA JUGA:Harga Minyakita Melonjak, Pemprov Lampung dan Bulog Gelar Operasi Pasar Besar-besaran
Tumpukan sampah yang mengendap bertahun-tahun itu, ditarget ikut diselesaikan bersamaan pembangunan sistem pengelolaan modern melalui PSEL.
Langkah tersebut dinilai penting, agar penanganan sampah di Denpasar dan Badung berjalan menyeluruh. Baik untuk sampah harian, maupun sampah lama yang masih menumpuk di kawasan Suwung.
Pemerintah juga berharap, kawasan eks TPA Suwung nantinya dapat direvitalisasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Jika terealisasi, kawasan tersebut diharapkan berubah menjadi area hijau ramah lingkungan dan ruang publik masyarakat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak turut meninjau kick-off pematangan lahan milik Pelindo di Pesanggaran.
BACA JUGA:Menjawab Dominasi Institusi Global dengan Kekuatan Sendiri
Ia menegaskan, penanganan persoalan sampah harus dilakukan secara sinergis lintas sektor.
Menurutnya, TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.
“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.
Mantan Pangdam IX/Udayana itu juga menyebut, pengolahan sampah metode TNI AD memiliki sejumlah keunggulan.
Mulai dari tanpa investasi pemerintah, mampu mengelola sampah lama hingga tanpa subsidi pemerintah.
BACA JUGA:Rumah Dibangun dari Sampah dan Aplikasi Rent-to-Own, Inovasi Perumahan Masa Depan di BTN Expo 2026
Selain itu, metode tersebut disebut ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.