Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi, atas berbagai masukan yang diberikan kepada Pemprov Bali.
Menurut Koster, berbagai masukan tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang, melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
BACA JUGA:Ekonomi Bali 5,82 Persen, Industri Jasa Keuangan Solid
“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” ujar Koster.
Ia menegaskan, infrastruktur menjadi sektor penting, yang sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali.
Karena itu, pembangunan infrastruktur harus ditangani serius, serta dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Koster menjelaskan, sejumlah isu masa depan Bali sebenarnya telah masuk, dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Dokumen tersebut dirancang untuk periode 2025 hingga 2125, mencakup pembangunan alam, manusia, hingga kebudayaan Bali. “Haluan ini tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga seluruh unsur kehidupan yang diciptakan Tuhan di bumi,” katanya.
Dalam aspek lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong alam Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah berbasis sumber.
BACA JUGA:Respons Gubernur Koster Usai Ada Rencana Transmigrasi Warga Bali dari Menteri ATR
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga, demi menopang kehidupan generasi mendatang.
Sementara dalam aspek manusia, Koster menegaskan kebutuhan dasar masyarakat, menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan udara bersih, air sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.
“Udara Bali harus bagus. Air bersih dan sehat harus disiapkan. Bali juga harus berdaulat pangan,” ujarnya.
Di sektor energi, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong, terwujudnya kemandirian energi bersih di Pulau Dewata.
Koster menegaskan, Bali tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dan mengutamakan energi bersih.
BACA JUGA:DLH Buleleng Percepat Perubahan Sistem Sampah, Warga Diminta Pilah dari Rumah