Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Bali juga mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.
Selain itu, Pemprov Bali telah menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik, bekerja sama dengan Danantara.
Koster menambahkan, pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove, serta tanaman endemik khas Bali.
Langkah itu dilakukan untuk memperluas tutupan hutan, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan Bali.
Menurut Koster, seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat, secara baik dan berkelanjutan.
“Budaya Bali harus dijaga dan dibangun dengan baik. Ekosistem penunjang kehidupan juga harus disiapkan secara baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur Koster menyerahkan souvenir kepada Carolyn Turk, berupa kain endek dan arak Bali.
Koster juga menyerahkan Buku Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Jessica Ludwig, Sr. Development Specialist World Bank Group. Hadir pula Direktur Pariwisata Bappenas, Wahyu Wijayanto, Kepala Bappeda Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba.(*)