Transaksi BBTF 2026 Tembus Rp6,9 Triliun, Bali Kian Dipercaya Dunia

Minggu 31-05-2026,20:36 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

“BBTF 2026 menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Bali dan Indonesia tetap kuat. Namun, pasar semakin selektif. Buyer mencari destinasi yang siap, kredibel, dikelola dengan baik, dan mudah dijual dengan percaya diri,” ungkapnya.

Menurut Winastra, promosi tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan. Destinasi harus siap dari sisi produk, layanan, akses, infrastruktur, storytelling, dan tata kelola.

Ia menilai Indonesia memiliki aset pariwisata luar biasa, namun harus diterjemahkan menjadi produk yang siap jual.

Seluruhnya perlu didukung layanan konsisten serta tata kelola destinasi yang baik.

BACA JUGA:Pemkab Buleleng Dorong Peningkatan Kualitas Keuangan Lewat Program IPKD 2026

Dalam konteks Bali, lanjut Winastra, BBTF 2026 juga menyoroti pentingnya mendorong wisatawan tinggal lebih lama.

Wisatawan juga diharapkan menjelajah lebih luas dan memahami budaya secara lebih mendalam.

Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata. Karena itu pasar long-stay visitors dan repeat travellers semakin penting bagi Bali dan Indonesia.

“Masa depan pariwisata Bali bukan sekadar menarik lebih banyak wisatawan. Yang lebih penting adalah menarik pasar yang tepat, mengembangkan produk yang tepat, dan melindungi destinasi dengan cara yang tepat,” tegas Winastra.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga arah pembangunan pariwisata Bali.

BACA JUGA:Gastronomi Jadi ‘Senjata Baru’ Pariwisata Indonesia di BBTF 2026

Menurutnya, Bali harus tetap bertumpu pada budaya, kualitas, martabat, dan keberlanjutan.

Koster menyebut kepercayaan pasar global terhadap Bali, harus dijawab dengan tata kelola destinasi yang kuat. 

Konsistensi menjaga karakter Bali juga menjadi faktor utama.

“Bali harus tetap menjadi Bali. Kekuatan utama Bali tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi pada budaya, adat, spiritualitas, keramahan masyarakat, dan kehidupan lokal yang menjadi jiwa destinasi ini,” ujar Gubernur Koster.

Koster menambahkan kualitas pariwisata Bali perlu dijaga secara menyeluruh. Mulai dari layanan, kebersihan, keamanan, infrastruktur, pengelolaan sampah, hingga perlindungan budaya dan lingkungan.

Kategori :