TACO Gandeng Studio Banda Dorong Desain Sirkular Lewat 'Modulus Laminata'

Minggu 16-08-2026,21:11 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, BALI.DISWAY.ID — TACO bersama Studio Banda menghadirkan instalasi “Modulus Laminata” di Bali. Kolaborasi ini mengeksplorasi pemanfaatan sisa produksi HPL melalui pendekatan desain sirkular.

Instalasi tersebut menjadi bagian dari upaya TACO mendorong desainer dan arsitek melihat material berdasarkan fungsi, estetika, hingga siklus hidupnya.

Melalui “Modulus Laminata”, sisa material HPL yang sebelumnya dianggap limbah diolah menjadi elemen desain yang memiliki fungsi dan nilai estetika.

TACO menyebut kolaborasi ini menjadi contoh bahwa sisa material masih dapat dimanfaatkan kembali. Kreativitas dan pendekatan desain dinilai dapat memperpanjang siklus hidup material.

Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi mengatakan, pemanfaatan material secara bertanggung jawab menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip zero waste.

BACA JUGA:Nuanu Hadirkan Nusantara, Destinasi Kuliner dan Budaya 9 Pulau Indonesia

“Komitmen TACO terhadap prinsip zero waste merupakan bagian dari upaya kami, untuk mengelola material secara lebih bertanggung jawab di sepanjang proses bisnis,” ujar Anastasia.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Studio Banda diarahkan untuk menunjukkan potensi material sisa agar tidak berhenti sebagai limbah.

“Melalui kolaborasi dengan Studio Banda dan para pelaku industri kreatif Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa material sisa tidak harus berhenti sebagai limbah. Tetapi dapat kembali diolah menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai baru,” lanjutnya Anastasia.

Menurut Anastasia, “Modulus Laminata” juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas industri dalam penerapan desain sirkular.

“Kami berharap Modulus Laminata dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi lintas industri dapat mendorong penerapan desain sirkular sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi kreativitas dan inovasi di Indonesia,” katanya.

Founder Studio Banda, Cokorda Suryanata menambahkan, keterbatasan material dapat menjadi pemicu munculnya ide dan kreativitas baru.

BACA JUGA:DJSN Dorong Bali Jadi Pilot Project Sistem Rujukan Kesehatan

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keterbatasan material justru dapat menjadi titik awal lahirnya kreativitas,” ucapnya.

Ia menuturkan, Studio Banda bersama TACO mengeksplorasi kembali material HPL sisa produksi menjadi objek yang memiliki fungsi sekaligus nilai artistik.

Kategori :