PAD Bali Capai Rp2,49 Triliun, Gubernur Koster Minta Ciptakan Terobosan

Selasa 18-08-2026,22:47 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, DISWAYBALI - Gubernur Bali Wayan Koster meminta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal, mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.

Menurutnya, berbagai program pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan anggaran yang memadai. 

“Kita banyak program,  tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya.

BACA JUGA:Gubernur Koster Terbitkan Ingub Bali Nomor 6/2026, ASN Dilarang ‘Cari Cuan’ dari Jabatan

Koster meminta seluruh jajaran Pemprov Bali memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya optimalisasi pendapatan daerah. Ia juga mendorong perangkat daerah meningkatkan kinerja dan tidak bekerja secara monoton.

Ia mengingatkan jajaran perangkat daerah agar memberikan kinerja terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. 

“Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya.

Koster juga memotivasi perangkat daerah agar berlomba memberikan hasil terbaik. Menurutnya, kinerja tersebut diharapkan dapat meninggalkan legacy yang membanggakan.

Legacy tersebut, kata Koster, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Namun, juga menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi Bali. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya.

BACA JUGA:Gubernur Koster Dorong Energi Berkelanjutan di APDT 2026

Selain meminta peningkatan kinerja, Koster mendorong OPD penghasil pendapatan membuat berbagai terobosan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan realisasi pendapatan daerah.

Rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026. Dalam pertemuan itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada setiap OPD penghasil.

Kategori :