CGBIO Perkenalkan Global Case Sharing di Bali, Dokter dari 5 Negara Berbagi Kasus Medis

Minggu 18-10-2026,14:37 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Rury Pramesti

Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan Global Case Sharing sebagai salah satu agenda utama simposium. Dokter dari Mongolia, Vietnam, Portugal, Indonesia, dan Irak mempresentasikan kasus klinis yang mencakup perawatan area leher, sekitar mata, hingga harmonisasi wajah secara keseluruhan.

Para pembicara berbagi pengalaman penggunaan CaHA dan HA serta membahas pengaruh kondisi kulit, karakteristik anatomi pasien, dan lingkungan praktik terhadap pengambilan keputusan klinis.

BACA JUGA:Bali Perkuat Aksi Iklim Daerah, Desa Adat Jadi Ujung Tombak

Berbeda dari presentasi satu arah, sesi tersebut memberikan kesempatan kepada dokter untuk membandingkan proses evaluasi pasien, pemilihan tindakan, hingga pertimbangan di balik setiap keputusan perawatan.

Rangkaian Meet the Masters in Bali 2026 sebelumnya diawali dengan Live Hands-on Day di NULOOK Clinic, pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut memperlihatkan secara langsung proses evaluasi pasien, penyusunan rencana perawatan, hingga pelaksanaan tindakan.

Dengan menggabungkan praktik langsung dan simposium ilmiah selama dua hari, CGBIO menghadirkan program edukasi yang membahas teknik perawatan sekaligus proses pengambilan keputusan klinis.

Dokter asal Indonesia, dr. Olivia Aldisa, menilai forum tersebut memberikan kesempatan untuk membandingkan pengalaman klinis dari berbagai negara.

“Nilai terbesar dari simposium ini adalah kami dapat melihat strategi kombinasi perawatan untuk wajah dan tubuh yang dikaitkan langsung dengan hasil klinis, sekaligus membandingkan cara berpikir dan pengalaman dokter dari berbagai negara,” ujar dr. Olivia.

BACA JUGA:Bali Perkuat Aksi Iklim Daerah, Desa Adat Jadi Ujung Tombak

Ia menambahkan, pertukaran pengalaman tersebut membantu dokter dalam menyusun rencana perawatan sesuai kebutuhan pasien.

“Diskusi seperti ini sangat membantu dalam menyusun rencana perawatan yang lebih spesifik untuk setiap pasien,” lanjutnya.

Olivia juga menyoroti kesempatan bagi dokter Indonesia untuk terlibat dalam diskusi ilmiah bersama para ahli internasional.

“Saya merasa bangga karena para ahli dari berbagai negara berkumpul setiap tahun di Indonesia, sementara dokter Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman klinis dan terlibat dalam diskusi global,” ungkapnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut turut membuka peluang bagi Bali untuk memperkuat perannya sebagai tempat pertukaran ilmu di bidang estetika regeneratif.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai salah satu pusat pertukaran ilmu dan pengalaman klinis dalam bidang regenerative aesthetics di tingkat internasional,” pungkasnya.

Ke depan, CGBIO akan terus mengembangkan Meet the Masters sebagai platform edukasi dan pertukaran pengalaman klinis bagi tenaga medis internasional.

Kategori :