Biar Makin Hoki! Ini 7 Makanan Wajib Saat Imlek dan Maknanya
Sejumlah kuliner yang hampir selalu hadir saat Imlek beserta maknanya-Freepik-
Mi ini dikenal sebagai lambang doa panjang umur. Uniknya, mi tidak dipotong saat dimasak agar tetap utuh dan panjang.
BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Dinas Ketahanan Pangan Pastikan Pasokan Ayam di Tabanan Cukup
Dalam tradisi keluarga Tionghoa, sajian ini kerap dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, dengan harapan kesehatan dan usia yang diberkahi.
5. Ikan Utuh (鱼 Yú)
Ikan kukus yang disajikan utuh menjadi simbol kelimpahan. Kata yú dalam bahasa Mandarin terdengar seperti kata yang berarti "kelebihan" atau "berlimpah". Karena itu, ikan biasanya dihidangkan menjelang akhir santap bersama.
Di beberapa daerah di Tiongkok, bagian kepala dan ekor bahkan sengaja tidak langsung dihabiskan sebagai lambang awal dan akhir tahun yang sama-sama membawa rezeki.
6. Mooncake (月饼 Yuèbing)
Kue bulan berbentuk bulat ini melambangkan persatuan dan kebersamaan keluarga.
Wujudnya yang menyerupai bulan purnama menjadi simbol keutuhan dan harmoni.
BACA JUGA:CATAT! Ini Jadwal Libur Imlek 2026 Sesuai SKB 3 Menteri
Dalam perayaan Imlek, mooncake sering dimaknai sebagai doa agar keluarga tetap rukun dan hidup seimbang di tahun mendatang.
7. Jeruk Mandarin (橙 Chéng)
Buah berwarna cerah ini hampir tak pernah absen dari meja perayaan.
Warna keemasannya identik dengan simbol kekayaan. Pengucapan kata jeruk dalam bahasa Mandarin juga mirip dengan kata yang berarti keberuntungan.
Karena itu, jeruk biasanya disajikan dalam jumlah genap sebagai harapan akan rezeki yang berlipat.
Secara keseluruhan, sajian Imlek bukan hanya soal rasa. Di balik setiap hidangan tersimpan pesan tentang doa, kerja keras, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
BACA JUGA:Liburan Imlek 2026 di Bali? Ini Rekomendasi Vihara dan Klenteng yang Bisa Kamu Kunjungi
Tradisi ini menjadi bukti bahwa kuliner dapat menjadi bahasa budaya yang menyatukan keluarga dalam satu meja dan satu harapan.
Sumber: